Jakarta (tutur.co.id) — Pergerakan IHSG diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pekan ini seiring meningkatnya sentimen negatif global. Meski demikian, peluang cuan dinilai tetap terbuka melalui sejumlah saham pilihan yang direkomendasikan analis.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada area resistance 6.800, pivot 6.700, dan support 6.500. Level 6.700 disebut menjadi area krusial yang perlu dijaga indeks dalam jangka pendek.
“Jika indeks breakdown dari level 6.700, IHSG diperkirakan berpotensi menguji area 6.500-6.550 dalam jangka pendek,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (18/5/2026).
Menurut Phintraco Sekuritas, tekanan utama pasar masih berasal dari faktor global. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir pekan lalu akibat aksi ambil untung di saham sektor teknologi dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS.
Selain itu, pasar juga merespons negatif pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum menghasilkan kesepakatan besar.
“Di saat yang sama, imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 30 tahun melonjak hingga 5,1% di tengah kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga akibat lonjakan harga minyak mentah,” tulis Phintraco Sekuritas.
Tekanan juga datang dari sektor energi global. Harga minyak mentah tercatat naik lebih dari 3% setelah belum tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran terkait isu geopolitik dan energi.
Menurut Phintraco Sekuritas, konflik AS-Iran masih akan menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan bursa global dalam beberapa waktu ke depan.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menanti sejumlah data penting global pekan ini. Investor akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) dan laporan keuangan NVIDIA untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve setelah inflasi AS tercatat lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Dari China, investor menunggu rilis data industrial production dan retail sales. Sementara itu, Bank Sentral China diperkirakan mempertahankan suku bunga pinjaman utama tenor satu tahun dan lima tahun masing-masing di level 3% dan 3,5%.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan masih mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada 20 Mei 2026. Investor juga menanti data pertumbuhan kredit, transaksi berjalan kuartal I-2026, dan jumlah uang beredar atau M2.
Di tengah tekanan tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik dicermati pekan ini, yakni CPIN, PGEO, JPFA, BTPS, SUPA, dan BULL.

