Jakarta (tutur.co.id) — Perusahaan antariksa milik miliarder Elon Musk, SpaceX, dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar menuju pasar modal melalui penawaran umum perdana (IPO) yang berpotensi mencetak sejarah global. Berdasarkan laporan Bloomberg pada Kamis (26/3/2026), SpaceX membidik penghimpunan dana hingga US$75 miliar atau setara sekitar Rp1.269 triliun.
Jika terealisasi, angka tersebut akan melampaui rekor IPO terbesar dunia yang saat ini masih dipegang Saudi Aramco dengan raihan US$29 miliar pada 2019. Sumber yang mengetahui rencana itu menyebutkan bahwa SpaceX telah berdiskusi dengan sejumlah investor terkait potensi penggalangan dana di atas US$70 miliar.
Tak hanya itu, valuasi SpaceX saat melantai di bursa diperkirakan bisa menembus US$1,75 triliun atau sekitar Rp29.610 triliun. Dengan kapitalisasi sebesar itu, SpaceX berpotensi menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, bahkan melampaui perusahaan teknologi besar seperti Meta Platforms dan Tesla Inc.
Di jajaran indeks S&P 500, posisi SpaceX diperkirakan hanya berada di bawah lima raksasa global, yakni Nvidia, Apple, Alphabet Inc, Microsoft, dan Amazon.
SpaceX menargetkan debut pasar pada Juni 2026, meskipun jadwal tersebut masih fleksibel mengikuti kondisi pasar global. Perusahaan juga disebut-sebut akan mulai mengajukan dokumen IPO secara rahasia kepada otoritas bursa dalam waktu dekat. Hingga kini, manajemen SpaceX belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana tersebut, sementara persiapan internal masih terus berjalan.
Langkah IPO ini tidak lepas dari posisi kuat SpaceX dalam industri antariksa. Melalui inovasi roket yang dapat digunakan kembali (reusable rockets), perusahaan berhasil memangkas biaya peluncuran secara signifikan dan mendominasi pasar peluncuran satelit. Selain itu, layanan internet satelit Starlink juga memperluas jangkauan bisnis perusahaan ke sektor konektivitas global.
Aksi korporasi ini dinilai sebagai strategi untuk mengamankan pendanaan jumbo guna mendukung ambisi jangka panjang Musk, termasuk pengembangan roket Starship dan misi kolonisasi Mars. Integrasi dengan perusahaan kecerdasan buatan miliknya, xAI, turut memperkuat posisi SpaceX sebagai entitas teknologi masa depan yang menggabungkan eksplorasi luar angkasa, AI, dan infrastruktur digital global.
Dengan skala pendanaan dan valuasi yang diincar, IPO SpaceX berpotensi menjadi tonggak baru dalam sejarah pasar modal sekaligus menandai babak baru industri antariksa yang semakin terintegrasi dengan ekosistem teknologi canggih.

