Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Mensesneg Ungkap Dua Alasan Penunjukan Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN
  • Rupiah Terancam Tembus Rp18.120 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah dan Moody’s Jadi Pemberat
  • Rizky Ridho Jadi Kapten Timnas di FIFA Match Day, Kevin Diks Merindukan Jay Idzes
  • Investor Asing Masih Menjauh, Samuel Sekuritas Sebut Dua Risiko Besar IHSG
  • Istana Angkat Bicara Terkait Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
  • IHSG Berpeluang Rebound ke 5.941, Tapi Rupiah dan Arus Keluar Asing Masih Jadi Ancaman
  • Herdman Bidik Kemenangan Pertama Atas Oman dalam 38 Tahun Terakhir
  • UOB Kay Hian Pilih 7 Saham Potensial Saat IHSG Babak Belur, Ada Peluang Cuan hingga 70%
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Berpeluang Rebound ke 5.941, Tapi Rupiah dan Arus Keluar Asing Masih Jadi Ancaman

IHSG Berpeluang Rebound ke 5.941, Tapi Rupiah dan Arus Keluar Asing Masih Jadi Ancaman

Market Gusti Tetiro05 Juni 2026 / 06:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (21/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada perdagangan Jumat (5/6/2026) setelah mengalami tekanan hebat dalam beberapa hari terakhir. Namun, peluang rebound tersebut diperkirakan masih dibayangi volatilitas tinggi seiring pelemahan rupiah dan derasnya arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan IHSG berpotensi mengalami technical rebound menuju level 5.941 selama mampu bertahan di atas area support kuat pada level 5.644.

“Namun penguatan tersebut kemungkinan masih bersifat jangka pendek selama belum ada perubahan signifikan terhadap sentimen utama yang menekan pasar, terutama terkait stabilisasi rupiah dan arus modal asing. Dengan kata lain, peluang kenaikan masih terbuka, tetapi volatilitas diperkirakan tetap tinggi,” ujar Hendra, Kamis (4/6/2026).

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG ditutup melemah 1,71% ke level 5.839,79. Sebelumnya, indeks sempat merosot lebih dari 5% pada sesi pagi dan menyentuh level intraday terendah di 5.644.

Di saat yang sama, nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, mencetak titik terendah baru dan memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

Menurut Hendra, kondisi tersebut mencerminkan tingginya ketidakpastian yang masih membayangi pasar. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko sambil menunggu kejelasan arah kebijakan ekonomi dan perkembangan berbagai sentimen yang memengaruhi pasar.

Tekanan juga datang dari sisi aliran modal asing. Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp1,43 triliun pada perdagangan Kamis. Dengan tambahan tersebut, akumulasi dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sejak awal tahun mencapai sekitar Rp68,5 triliun.

“Angka ini tergolong sangat besar dan menjadi salah satu penyebab utama tekanan terhadap IHSG dan rupiah,” kata Hendra.

Baca Juga  Tok! Pemprov Jawa Timur Terapkan WFH Mulai April 2026

Ia menjelaskan bahwa keluarnya dana asing dalam jumlah besar menyebabkan likuiditas pasar berkurang dan minat beli terhadap saham menurun. Selain itu, kebutuhan konversi dana ke mata uang asing turut memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Di tengah kondisi tersebut, pasar juga sempat diwarnai rumor mengenai kemungkinan Indonesia turun kelas dari kategori emerging market menjadi frontier market dalam klasifikasi MSCI. Namun, Hendra menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta.

Berdasarkan MSCI Global Investable Market Indexes Methodology edisi Mei 2026, Indonesia hingga saat ini masih berstatus emerging market. Pelaku pasar kini menantikan dua agenda penting, yakni MSCI Global Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

“Meskipun isu penurunan status tersebut telah dibantah, rumor yang beredar tetap berhasil meningkatkan kekhawatiran investor dan memperburuk sentimen pasar dalam jangka pendek,” ujarnya.

Selain sentimen domestik, tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia juga berasal dari faktor global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kenaikan harga energi dunia, serta ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investor global semakin selektif dalam menempatkan dana pada aset berisiko.

“Dalam kondisi seperti ini, negara berkembang dengan risiko yang dianggap lebih tinggi biasanya menjadi sasaran pertama aksi pengurangan portofolio oleh investor internasional,” kata Hendra.

Meski demikian, menurut dia, persoalan utama yang dihadapi pasar saat ini bukan semata-mata faktor eksternal. Investor global juga mencermati tingkat kepastian dan kredibilitas kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah.

Karena itu, upaya mengembalikan kepercayaan investor menjadi faktor kunci bagi pemulihan pasar ke depan. Langkah menjaga disiplin fiskal, memperkuat stabilitas rupiah, meningkatkan transparansi kebijakan, serta menciptakan kepastian regulasi dinilai menjadi fondasi penting untuk meredakan tekanan di pasar keuangan.

Baca Juga  Stella Christie Dorong Jakarta Jadi Pusat Pendidikan dan Riset Bertaraf Global

“Investor pada akhirnya tidak hanya melihat narasi optimisme, tetapi juga menilai konsistensi kebijakan dan hasil nyata yang tercermin dalam data ekonomi. Ketika kepercayaan mulai pulih, arus modal berpotensi kembali masuk, rupiah dapat lebih stabil, dan IHSG memiliki peluang membangun fondasi pemulihan yang lebih kuat pada semester kedua 2026,” pungkas Hendra.

foreign outflow headline IHSG MSCI Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHerdman Bidik Kemenangan Pertama Atas Oman dalam 38 Tahun Terakhir
Next Article Istana Angkat Bicara Terkait Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya

Berita Lainnya

Mensesneg Ungkap Dua Alasan Penunjukan Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

05 Juni 2026 / 08:00 WIB

Rupiah Terancam Tembus Rp18.120 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah dan Moody’s Jadi Pemberat

05 Juni 2026 / 07:48 WIB

Investor Asing Masih Menjauh, Samuel Sekuritas Sebut Dua Risiko Besar IHSG

05 Juni 2026 / 07:18 WIB

Istana Angkat Bicara Terkait Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya

05 Juni 2026 / 07:00 WIB

Herdman Bidik Kemenangan Pertama Atas Oman dalam 38 Tahun Terakhir

05 Juni 2026 / 06:30 WIB

UOB Kay Hian Pilih 7 Saham Potensial Saat IHSG Babak Belur, Ada Peluang Cuan hingga 70%

05 Juni 2026 / 06:18 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Klasemen Final Four Proliga 2026: Jakarta Bhayangkara Presisi dan Gresik Phonska Plus Memimpin

Sasha Widiawati06 April 2026 / 09:19 WIB

Mensesneg Ungkap Dua Alasan Penunjukan Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

05 Juni 2026 / 08:00 WIB

Rupiah Terancam Tembus Rp18.120 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah dan Moody’s Jadi Pemberat

05 Juni 2026 / 07:48 WIB

Rizky Ridho Jadi Kapten Timnas di FIFA Match Day, Kevin Diks Merindukan Jay Idzes

05 Juni 2026 / 07:30 WIB

Investor Asing Masih Menjauh, Samuel Sekuritas Sebut Dua Risiko Besar IHSG

05 Juni 2026 / 07:18 WIB

Istana Angkat Bicara Terkait Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya

05 Juni 2026 / 07:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.