Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Geger Nonton Film Pesta Babi, Banyak Dibubarkan Paksa

Geger Nonton Film Pesta Babi, Banyak Dibubarkan Paksa

Nasional Toto Pribadi12 Mei 2026 / 12:13 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Film dokumenter Pesta Babi (Foto: Tutur/Youtube)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Film dokumenter Pesta Babi kini tengah menjadi sorotan. Bukan hanya karena jalan ceritanya, tapi juga maraknya aksi pembubaran di berbagai kota di Indonesia. Kenapa gelaran nobar film ini sampai harus mendapat tekanan?

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale ini memang sangat kontroversial. Film investigasi ini berisi sorotan dari dampak proyek strategis nasional (PSN) terhadap tanah adat dan kehidupan masyarakat Papua Selatan.

Film Pesta Babi ini mengeksplorasi konflik lahan, hutan, serta isu lingkungan yang dihadapi suku-suku lokal seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang terdampak ekspansi perkebunan skala besar dan proyek ketahanan pangan.

Dalam film Pesta Babi yang berdurasai 95 menit ini, terdokumentasi dengan apik hilangnya hutan-hutan dan tanah leluhur Papua, serta menyuarakan perlawanan masyarakat adat atas ruang hidup mereka yang dirampas.

Narasi yang dibangun dalam film ini cukup keras dengan menyebut situasi tersebut sebagai bentuk kolonialisme modern atas Papua. Tak hanya itu, film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi di kawasan tersebut.

Salah satu simbol penting dalam film adalah pemasangan salib merah oleh warga adat sebagai bentuk penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan. Sedangkan judul Pesta Babi diambil dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya.

Nobar Film Pesta Babi Banyak Dibubarkan

Ya, beberapa nobar film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah rupanya membuat beberapa pihak gerah. Pemutaran film ini di sejumlah daerah sempat dibubarkan petugas keamanan. Alasannya pun beragam, mulai dari faktor keamanan hingga dianggap berpotensi memicu keresahan.

Baca Juga  Menag Tekankan Fondasi Etika untuk Anak di Era Digital, PP Tunas Mulai Berlaku

Beberapa acara nonton bareng dilaporkan mendapat tekanan atau pembubaran dari aparat seperti polisi maupun Babinsa. Sejauh ini, peristiwa pembubaran atau penghentian nonton bareng film dokumenter Pesta Babi terjadi di Universitas Mataram. Dibubarkan pada 7 Mei 2026 oleh pihak kampus bersama petugas keamanan karena alasan kondusivitas kampus.

Sejumlah laporan menyebut pemutaran film juga dihentikan di UIN Mataram, bahkan ketika film baru berjalan beberapa menit. Begitu juga dengan gelaran nobar di Universitas Pendidikan Mandalika yang dibubarkan paksa.

Di luar itu, ada juga laporan dan diskusi publik yang menyebut beberapa agenda pemutaran di kota lain mengalami pembatalan atau tekanan, termasuk di beberapa wilayah Ternate dan Yogyakarta.

film dokumenter film pesta babi headline Papua pilihan editor
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Terancam Jebol ke 6.678, BRIDS Soroti Tekanan Rupiah dan MSCI
Next Article Dugaan Peran Ibrahim dalam Korupsi Chromebook Nadiem Makarim

Berita Lainnya

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB
Form Komentar Cancel Reply

5 WNI Jadi Korban Ledakan Kapal di Selat Hormuz

Toto Pribadi08 Maret 2026 / 22:46 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.