Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Hukum»Dugaan Peran Ibrahim dalam Korupsi Chromebook Nadiem Makarim

Dugaan Peran Ibrahim dalam Korupsi Chromebook Nadiem Makarim

Hukum Ahmad Nuryaman12 Mei 2026 / 12:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Sejumlah kejanggalan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek 2019-2023 yang merugikan negara Rp2,18 triliun dan menyeret Nadiem Makarim serta Ibrahim Arief patut untuk disoroti.

Dalam kasus ini, Nadiem Makarim yang saat itu menjabat Menteri Pendidikan diduga sebagai pengambil kebijakan utama yang memaksakan penggunaan Chromebook.

Sementara Ibrahim Arief berperan sebagai konsultan sekaligus orang kepercayaan Nadiem yang mengatur teknis pengadaan dan menghubungkan pihak kementerian dengan vendor.

Pasalnya, Jaksa KPK Roy Riady menyebut proses perencanaan pengadaan sudah diarahkan ke produk Chrome OS sejak awal.

“Pada tahap tinjauan, substansi perencanaan sudah secara spesifik mengarah pada produk Chrome OS,” ujarnya di persidangan dikutip dari situs Kejaksaan RI, Senin 11 Mei 2026.

Kejanggalan lain, keputusan Nadiem pada 6 Mei 2020 yang mewajibkan Chrome OS justru membuat tim teknis panik. Ibrahim disebut turut terlibat dalam pembuatan skema agar keputusan kontroversial tersebut tidak menyeret Nadiem.

“Mereka bilang ‘jangan sampai keputusan Pak Menteri itu menjadi masalah’. Lalu dibuat skema agar Pak Menteri tidak terlibat,” tambah Roy.

Tak hanya itu, KPK juga menemukan pengadaan Chrome Device Management (CDM) senilai Rp621 miliar yang dinilai sama sekali tidak bermanfaat.

Ibrahim Arief diduga sebagai pihak yang menginisiasi pengadaan CDM meskipun fungsi perangkat lunak tersebut tidak jelas bagi kepentingan digitalisasi sekolah.

“CDM tidak berfungsi dan tidak dimanfaatkan,” tegas Roy.

KPK menduga ada konflik kepentingan antara kebijakan Chromebook dengan relasi bisnis Nadiem bersama Google.

Ibrahim Arief diduga berperan sebagai perantara dalam komunikasi antara Nadiem dan pihak Google terkait proyek ini.

“Ada korelasi, ada konflik kepentingan karena dia ada kepentingan bisnis dengan Google,” ujar Roy.

Baca Juga  Hadapi Sidang Tuntutan, Noel Ebenezer Ngaku Sakit Gigi: Kayak Digebukin

Hari ini Ibrahim Arief menjalani sidang vonis dengan tuntutan 15 tahun penjara. Sementara itu, sidang tuntutan Nadiem Makarim dijadwalkan berlangsung Rabu 12 Mei 2026.

18 triliun 2019-2023 dugaan korupsi pengadaan Chromebook Ibrahim Arief Kemendikbudristek kerugian negara Rp2 Korupsi Chromebook KPK Nadiem Makarim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGeger Nonton Film Pesta Babi, Banyak Dibubarkan Paksa
Next Article Kenali Skenario Penularan Hantavirus, dari Hewan ke Manusia hingga Potensi Siklus Berulang

Berita Lainnya

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Emas Batangan 74 Kg hingga Dolar Kasus Febrie Adriansyah Dinyatakan Asli

17 Juli 2026 / 20:54 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Cek Fakta: Heboh Netanyahu Tewas Gara-gara Jari Tangan Ada Enam

Toto Pribadi14 Maret 2026 / 21:35 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.