Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»BI: Struktur Utang Luar Negeri Tetap Sehat, Rasio terhadap PDB Turun ke 29,3%

BI: Struktur Utang Luar Negeri Tetap Sehat, Rasio terhadap PDB Turun ke 29,3%

Finance Gusti Tetiro15 Januari 2026 / 13:16 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 mencapai US$423,8 miliar, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$424,9 miliar. Perlambatan ini mencerminkan moderasi pertumbuhan ULN, khususnya dari sektor publik, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,2% year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 0,5% (yoy) pada Oktober 2025. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan bahwa perlambatan tersebut tidak mengganggu fundamental ULN nasional.

“Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Kondisi tersebut tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,3% pada November 2025, serta dominasi ULN jangka panjang yang mencapai 86,1% dari total ULN. BI bersama pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan ULN tetap terkendali dan optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah, posisi ULN tercatat sebesar US$209,8 miliar, lebih rendah dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar US$210,5 miliar. Pertumbuhan ULN pemerintah melambat menjadi 3,3% (yoy), dipengaruhi oleh pergerakan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) di tengah volatilitas pasar global. ULN pemerintah hampir seluruhnya didominasi utang jangka panjang dengan porsi mencapai 99,99%.

ULN pemerintah tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai sektor prioritas, antara lain jasa kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan, guna menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar US$191,2 miliar pada November 2025, turun tipis dari US$191,7 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, ULN swasta masih mengalami kontraksi sebesar 1,3% (yoy), terutama berasal dari perusahaan nonlembaga keuangan. Sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan masih menjadi kontributor utama ULN swasta.

Baca Juga  OJK Siapkan National Fraud Portal, Percepat Penanganan Penipuan Keuangan
BI GDP PDB ULN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRUU Perampasan Aset Mulai Bergulir di Senayan, DPR Hadapi Tarik Ulur Hukum dan HAM
Next Article Trump Ancam Tarif 25 Persen bagi China, India, Turki dan Pakistan

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB

LPS: Penjaminan Simpanan Tak Perlu Diterapkan di Pusat Keuangan Internasional Indonesia

09 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Penelitian Terbaru, Risiko Demensia Dapat Diprediksi dari Pola Tidur

Ridzka Putri Ananda29 Maret 2026 / 11:28 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.