Jakarta (tutur.co.id)-Daging merah seperti sapi dan kambing menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat, terutama setelah momen Iduladha. Namun, konsumsi yang berlebihan juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
Lalu, sebenarnya berapa batas aman konsumsi daging merah dalam seminggu?
Mengutip anjuran World Cancer Research Fund (WCRF) dan American Institute for Cancer Research (AICR), konsumsi daging merah dianjurkan tidak lebih dari sekitar 350–500 gram daging matang per minggu atau setara sekitar 3–4 porsi makan. Anjuran ini bertujuan membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker usus dan penyakit jantung.
Daging merah memang mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin B12, dan zinc yang dibutuhkan tubuh. Namun, kandungan lemak jenuh di dalamnya juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jika dikonsumsi berlebihan dan terlalu sering.
Selain jumlah konsumsi, cara pengolahan juga menjadi perhatian penting. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan masyarakat membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi sayur serta buah untuk menjaga keseimbangan gizi.
Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang tanpa banyak minyak dinilai lebih sehat dibanding menggoreng atau membakar daging hingga gosong. Pasalnya, proses pembakaran berlebih dapat memicu terbentuknya senyawa yang kurang baik bagi kesehatan.
Agar konsumsi daging merah tetap sehat, masyarakat juga disarankan memperbanyak asupan serat, rutin berolahraga, serta mencukupi kebutuhan air putih setiap hari. Pola makan seimbang membantu tubuh tetap fit meski mengonsumsi olahan daging saat momen hari raya.
Sementara itu, bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, atau penyakit jantung, konsumsi daging merah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli gizi.

