Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan
  • Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Mobil Tangki yang Melanggar, Distribusi BBM di Sumut Dipastikan Normal
  • Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta
  • KPK Beberkan Alasan Geledah Rumah Boby Rizaldi Anggota BPK
  • IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris
  • Daftar 9 Nama Tim Khusus Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah
  • Kejagung Bentuk Timsus Tangani Kasus Febrie, Berisi Alumni KPK
  • Tiga Arena Tempur Penentu Hasil Akhir Argentina vs Inggris
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»TKD 2027 Naik hingga Rp810 Triliun, Pemerintah Dorong Ekonomi Daerah Lebih Produktif

TKD 2027 Naik hingga Rp810 Triliun, Pemerintah Dorong Ekonomi Daerah Lebih Produktif

Nasional Gusti Tetiro29 Mei 2026 / 09:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin apel bersama ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTT bertempat di halaman depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (9/2/2026) pagi. (Foto: Tutur/Gusti Tetiro)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Pemerintah merencanakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun 2027 dalam kisaran Rp710 triliun hingga Rp810 triliun. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan alokasi TKD tahun 2026 yang sebesar Rp693 triliun.

Kebijakan peningkatan TKD tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi regional, serta menciptakan pemerataan pembangunan yang lebih berkeadilan di seluruh Indonesia.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, pemerintah menyebut besaran pagu indikatif TKD dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari penyelarasan kebijakan strategis nasional, outlook pendapatan negara yang dibagihasilkan, kebutuhan pelayanan dasar publik daerah, hingga kemampuan keuangan negara.

“Pagu indikatif TKD pada tahun 2027 direncanakan sebesar Rp710 triliun sampai Rp810 triliun,” dikutip dari dokumen KEM-PPKF 2027, Kamis (28/5/2026).

Pemerintah menegaskan pengelolaan TKD akan difokuskan untuk memperkuat sinergi belanja pusat dan daerah melalui penyaluran berbasis kinerja, peningkatan kualitas penyaluran dana, serta penguatan pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Selain itu, penggunaan TKD juga diharapkan mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk percepatan pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Arah kebijakan TKD tahun 2027 mencakup peningkatan harmonisasi belanja pusat dan daerah melalui penggunaan anggaran yang lebih terarah, terukur, transparan, dan akuntabel. Pemerintah juga menargetkan penguatan daya saing daerah melalui belanja berkualitas dan optimalisasi pembiayaan inovatif.

TKD juga diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional (PKPN), terutama di sektor pendidikan, kesehatan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat sinergi pemanfaatan TKD dengan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) guna meningkatkan kualitas layanan publik secara lebih merata.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan terdapat tiga tantangan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga  Infrastruktur RI Mandek? Rektor Paramadina Bongkar “Lubang Besar” di Balik Anggaran Triliuna

Pertama, masih tingginya ketergantungan sejumlah daerah terhadap sektor ekstraktif seperti pertambangan dan komoditas primer yang rentan terhadap fluktuasi harga global.

“Diversifikasi dan inovasi ekonomi daerah menjadi kunci,” ujar Juda.

Kedua, kualitas belanja daerah dinilai belum optimal karena sebagian besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masih didominasi belanja pegawai dan barang yang mencapai sekitar 70%, sedangkan porsi belanja modal relatif terbatas.

Selain itu, pola penyerapan anggaran daerah yang cenderung menumpuk di akhir tahun dinilai mengurangi efektivitas stimulus ekonomi terhadap perekonomian lokal.

Ketiga, kapasitas fiskal daerah yang masih terbatas akibat rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kondisi tersebut membuat banyak pemerintah daerah masih bergantung pada transfer pemerintah pusat.

Menurut Juda, lambatnya penyerapan dana transfer serta prosedur pengadaan yang panjang juga menjadi hambatan pelaksanaan proyek strategis di daerah.

“Daya serap anggaran daerah juga sering kali tidak optimal dan dana transfer terserap lambat. Ini pada akhirnya mengurangi stimulus ekonomi di tingkat lokal,” kata Juda.

APBD daerah headline pertumbuhan ekonomi daerah pilihan editor TKD 2027 transfer ke daerah 2027
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBerapa Batas Aman Konsumsi Daging Merah dalam Seminggu?
Next Article Kolesterol Tinggi? Coba Jus Buah dan Sayur Ini untuk Menurunkannya

Berita Lainnya

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

15 Juli 2026 / 20:11 WIB

IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris

15 Juli 2026 / 19:32 WIB

Daftar 9 Nama Tim Khusus Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 / 18:15 WIB

Tiga Arena Tempur Penentu Hasil Akhir Argentina vs Inggris

15 Juli 2026 / 17:00 WIB

Tulisan Tangan Duka Cita Presiden Prabowo atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa

15 Juli 2026 / 16:44 WIB

Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru Kasus Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 / 16:40 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Duel Para Predator Lapangan Hijau

Deba Salamah11 Juni 2026 / 22:45 WIB

Inggris vs Argentina: Tentang Kemasyhuran, Misteri, dan Kefanaan

15 Juli 2026 / 20:11 WIB

Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Sopir Mobil Tangki yang Melanggar, Distribusi BBM di Sumut Dipastikan Normal

15 Juli 2026 / 20:04 WIB

Tensi Kawasan Teluk Kembali Memanas, Dubes Yaman Sowan Anis Matta

15 Juli 2026 / 19:55 WIB

KPK Beberkan Alasan Geledah Rumah Boby Rizaldi Anggota BPK

15 Juli 2026 / 19:43 WIB

IRGC Masuk Daftar Teroris, Tentara Islam Iran Kecam Parlemen Inggris

15 Juli 2026 / 19:32 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.