Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
  • Elnusa Petrofin Perkuat Distribusi BBM, Penyaluran di Sumatra Utara Berangsur Normal
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Banjir Tak Hanya Merendam Rumah, Tapi Juga Mengganggu Kesehatan Mental

Banjir Tak Hanya Merendam Rumah, Tapi Juga Mengganggu Kesehatan Mental

Health Tia Syifa Ademira25 Januari 2026 / 09:18 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Banjir dapat membawa sejumlah masalah kesehatan mental. Ilustrasi keluarga yang menjadi korban banjir. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Banjir dapat membawa sejumlah masalah kesehatan mental. Ilustrasi keluarga yang menjadi korban banjir. (Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Hujan yang turun tanpa jeda selama beberapa pekan terakhir kembali mengingatkan kita pada satu kenyataan pahit: banjir masih menjadi “tamu rutin” di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. Pada sepekan ini, genangan air tak hanya menutup sejumlah utama dan memicu kemacetan panjang, tetapi juga menyisakan persoalan lain yang kerap luput dari perhatian—kesehatan mental para penyintasnya.

Banjir sering dipahami sebagai peristiwa fisik: air meluap, rumah terendam, harta benda rusak. Namun, di balik itu semua, ada tekanan psikologis yang perlahan mengendap. Dr. Riati Sri Hartini, SpKJ, MSc, psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB, menjelaskan bahwa banjir dapat memicu reaksi stres dan kecemasan sebagai respons terhadap pengalaman traumatis yang dialami korban. Tidak jarang, dampak mental ini bertahan lebih lama dibanding surutnya air.

Trauma yang Membekas: Risiko PTSD

Salah satu dampak psikologis yang paling sering muncul pascabanjir adalah Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Menurut American Psychiatric Association, PTSD dapat terjadi ketika seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis yang mengancam keselamatan dirinya.

Banjir memaksa banyak orang beradaptasi secara mendadak—kehilangan rumah, rutinitas, bahkan rasa aman. Pada sebagian individu, tekanan ini memicu kecemasan berlebihan, gangguan tidur, kilas balik peristiwa traumatis, hingga perasaan tertekan yang berkepanjangan.

Kecemasan yang Datang Bersama Suara Hujan

Bagi sebagian penyintas banjir, hujan tak lagi sekadar fenomena alam. Suara rintiknya bisa memicu ketakutan yang tak rasional. Jantung berdebar, pikiran sulit fokus, tubuh gelisah—semua menjadi tanda kecemasan yang muncul sebagai respons psikologis atas pengalaman sebelumnya.

Kondisi ini sering kali tidak disadari, bahkan dianggap “berlebihan”. Padahal, kecemasan semacam ini merupakan sinyal bahwa tubuh dan pikiran masih berada dalam mode siaga, seolah bencana bisa terulang kapan saja.

Baca Juga  Dari Pengasingan Pangeran Reza Pahlavi Serukan Ini Kepada Warga dan Militer Iran

Depresi Akibat Kehilangan

Merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah gangguan mental umum yang ditandai suasana hati murung dan menurunnya minat beraktivitas dalam jangka waktu lama. Dalam konteks banjir, depresi dapat dipicu oleh kehilangan besar—mulai dari harta benda, tempat tinggal, hingga orang tercinta.

Rasa putus asa, lelah secara emosional, dan pandangan negatif terhadap masa depan kerap muncul perlahan. Tanpa dukungan yang memadai, kondisi ini dapat memburuk dan mengganggu kualitas hidup penyintas.

Lebih dari Sekadar Bencana Alam

Banjir bukan hanya soal air yang meluap, tetapi juga soal luka batin yang kerap tersembunyi. Dampak psikologisnya tidak boleh dianggap sepele. Sebagian orang membutuhkan intervensi profesional, sementara yang lain sangat terbantu oleh dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis setelah banjir—merasa cemas berlebihan, sedih berkepanjangan, atau sulit menjalani aktivitas sehari-hari—jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga kesehatan jiwa.

Kerugian materi memang nyata. Namun, menjaga kesehatan mental adalah langkah penting agar para penyintas dapat bangkit, bukan hanya membangun kembali rumah, tetapi juga memulihkan rasa aman dan harapan.

Banjir Mental Health PTSD Trauma tutur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Diuji Medan Ekstrem, Tim SAR Tuntaskan Evakuasi Pesawat ATR 42-500
Next Article BGN: SPPG Tidak Boleh Memaksa Sekolah yang Menolak MBG

Berita Lainnya

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB

Leunca, Lalapan Khas Sunda yang Disukai Banyak Orang, Ternyata Kaya Nutrisi

18 Juni 2026 / 09:02 WIB

5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan

17 Juni 2026 / 09:11 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bernardo Silva Ungkap Cara Manchester City Bungkam Arsenal

Deba Salamah23 Maret 2026 / 11:15 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.