Teheran Iran (tutur.co.id) – Ketegangan geopolitik di Iran memasuki babak baru setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di negara itu pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Di tengah situasi tersebut, Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, menyebut operasi itu sebagai langkah “kemanusiaan” dan menyatakan bahwa waktu untuk kembali ke jalanan sudah dekat.
Dalam pernyataannya yang dilansir IranWire, Reza meminta warga Iran tidak tergesa-gesa turun ke jalan. “Untuk saat ini tetaplah berada di rumah dan jaga ketenangan serta keamanan Anda. Tetap waspada dan bersiaplah agar pada waktu yang tepat—yang akan saya sampaikan secara jelas kepada Anda—kembali ke jalanan untuk langkah terakhir,” ujarnya. Seruan itu disampaikan di tengah laporan peningkatan pengamanan di berbagai kota, termasuk aktivasi patroli lingkungan Basij di Teheran.
Tak hanya menyasar warga sipil, Pahlavi juga mengirim pesan langsung kepada unsur militer, kepolisian, dan aparat keamanan Iran. “Anda telah bersumpah untuk menjaga Iran dan rakyat Iran, bukan menjaga Republik Islam dan para pemimpinnya,” katanya. Ia menegaskan, “Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang dengan penindasan dan kejahatan telah menyandera tanah air kita.”
Lebih jauh, ia mengajak aparat untuk berpihak kepada rakyat dan mendorong perubahan politik. “Bergabunglah dengan rakyat dan bantulah terciptanya transisi yang stabil dan aman. Jika tidak, Anda akan tenggelam bersama kapal karam Khamenei dan rezimnya,” ujarnya, merujuk pada Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menutup pernyataannya, Pahlavi menyampaikan optimisme atas arah pergerakan oposisi. “Kita sangat dekat dengan kemenangan akhir,” katanya. Pernyataan tersebut berpotensi memperuncing dinamika politik domestik Iran, di tengah situasi keamanan yang masih fluktuatif akibat eskalasi konflik regional dan respons militer balasan dari Teheran.

