Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Istana Bantah Hotman Tarik Presiden di Kasus Febrie: Jangan Dikait-kaitkan
  • Hotman Paris Bantah Isu Asprinya jadi Simpanan Febrie Adriansyah
  • Temuan Kemkomdigi: Modus Nakal Konter Registrasi SIM Biometrik, Pembeli Malah Merugi!
  • Indonesia Targetkan Full Biodiesel B50 di Semua SPBU per 1 Oktober 2026
  • Tiga Pasukannya Tewas, AS Ngamuk Lakukan Sembilan Serangan Beruntun ke Iran
  • Airlangga: Indonesia Tak Mau Hanya Jadi Konsumen AI, Siap Bentuk Masa Depan Ekonomi Digital
  • Hotman Paris Sampaikan Maaf, Ngaku Emosi Diberondong Pertanyaan Wartawan
  • Scaloni: Kekalahan Ini Menyakitkan, Tapi Kami Menerimanya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Anjlok ke Bawah 6.000, Kapan IHSG Pulih? Ini Kata Menkeu dan Analisis BRI Danareksa

Anjlok ke Bawah 6.000, Kapan IHSG Pulih? Ini Kata Menkeu dan Analisis BRI Danareksa

Market Gusti Tetiro03 Juni 2026 / 23:59 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Tutur/Antara/M Risyal Hidayat)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis terhadap prospek pasar saham Indonesia di tengah koreksi tajam yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, fundamental ekonomi nasional masih solid sehingga pelemahan pasar saat ini lebih mencerminkan kekhawatiran jangka pendek dibandingkan persoalan struktural.

“Saya yakin IHSG akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Purbaya tidak menetapkan target khusus bagi IHSG pada tahun ini. Namun, ia menilai sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi domestik masih cukup kuat untuk menopang pemulihan pasar keuangan.

Salah satu indikator tersebut adalah inflasi Mei 2026 yang tercatat 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Bank Indonesia sebesar 2,5% plus minus 1%.

Menurut Purbaya, gejolak yang terjadi di pasar saham saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif jangka pendek. Sementara itu, permintaan domestik dinilai tetap terjaga.

Ia menilai daya beli masyarakat masih relatif kuat yang tercermin dari tingginya aktivitas ekonomi, baik di Jakarta maupun daerah, termasuk pada sektor hiburan, hotel, dan konsumsi masyarakat.

Kondisi tersebut juga tercermin dari kinerja penerimaan negara. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mencapai Rp646,3 triliun hingga 30 April 2026 atau tumbuh 16,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp556,9 triliun.

“Jangan takut. Fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, tidak ada masalah,” kata Purbaya.

Meski demikian, pasar saham masih menghadapi tekanan besar. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG ditutup anjlok 254,36 poin atau 4,11% ke level 5.941,07. Indeks LQ45 juga turun 4,89% ke posisi 588,99.

Baca Juga  Merger 15 Perusahan Logistik, Transformasi BUMN Dikebut, Restrukturisasi Ditarget Tuntas 2026

Di tengah pelemahan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menilai peluang pemulihan IHSG masih terbuka dalam jangka pendek. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan memperkirakan indeks berpotensi pulih dalam enam hingga delapan pekan ke depan atau sekitar pertengahan hingga akhir Juli 2026.

Menurut Erindra, terdapat tiga faktor utama yang dapat menjadi katalis pemulihan pasar.

Pertama, berakhirnya tekanan jual akibat rebalancing indeks MSCI. Saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, dinilai telah menyerap sebagian besar dampak arus keluar dana asing.

Sebagai contoh, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah mencatat outflow sekitar US$162,6 juta sepanjang tahun berjalan, mendekati estimasi agresif sebesar US$176 juta selama proses rebalancing MSCI.

Kedua, tekanan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan mulai mereda memasuki kuartal III/2026. Selama kuartal II, rupiah biasanya menghadapi tekanan musiman akibat repatriasi dividen investor asing dan meningkatnya kebutuhan devisa untuk musim haji.

“Faktor musiman tersebut diperkirakan mereda memasuki kuartal III,” tulis Erindra dalam risetnya.

Ketiga, sentimen negatif terkait lonjakan harga minyak dan konflik geopolitik global dinilai berpotensi mencapai titik puncak. Jika eskalasi konflik mulai mereda, premi risiko yang selama ini dibebankan kepada negara pengimpor minyak seperti Indonesia dapat berkurang.

Meski demikian, BRI Danareksa mengingatkan bahwa risiko terkait peringkat kredit dan ketidakpastian kebijakan masih menjadi tantangan yang perlu dicermati investor.

Sejalan dengan kondisi pasar saat ini, BRI Danareksa merevisi turun target IHSG 2026 menjadi 7.200 dari sebelumnya 9.440.

Dalam strategi investasinya, BRI Danareksa menjagokan sejumlah saham yang dinilai memiliki prospek menarik. Untuk sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan buy dengan target harga Rp10.900.

Baca Juga  IHSG Cenderung Mixed, Phintraco Rekomendasikan 5 Saham Ini

Di sektor kesehatan, saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) direkomendasikan buy dengan target Rp3.300. Sementara di sektor telekomunikasi, saham PT Indosat Tbk (ISAT) dijagokan dengan target harga Rp3.000.

Adapun pada sektor logam dan pertambangan, rekomendasi buy diberikan kepada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target harga Rp4.900 dan PT Timah Tbk (TINS) dengan target Rp4.500.

Untuk sektor konsumsi, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) direkomendasikan buy dengan target harga Rp10.500, sedangkan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) memiliki target harga Rp9.400.

BRI Danareksa juga menjagokan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan target harga Rp5.900 karena menilai sektor konsumsi dan perunggasan masih menawarkan valuasi yang relatif menarik dibandingkan risiko yang dihadapi pasar saat ini.

headline IHSG anjlok 2026 Prediksi IHSG Juli 2026 Purbaya Yudhi Sadewa IHSG Saham pilihan BRI Danareksa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePengadaan Tablet dan Televisi BGN Juga di Mark Up Dadan Hindayana Cs
Next Article Wamen Imipas Silmy Karim Muncul di KPK, Menyerahkan Diri?

Berita Lainnya

Istana Bantah Hotman Tarik Presiden di Kasus Febrie: Jangan Dikait-kaitkan

20 Juli 2026 / 16:18 WIB

Indonesia Targetkan Full Biodiesel B50 di Semua SPBU per 1 Oktober 2026

20 Juli 2026 / 14:16 WIB

Tiga Pasukannya Tewas, AS Ngamuk Lakukan Sembilan Serangan Beruntun ke Iran

20 Juli 2026 / 14:02 WIB

Airlangga: Indonesia Tak Mau Hanya Jadi Konsumen AI, Siap Bentuk Masa Depan Ekonomi Digital

20 Juli 2026 / 13:58 WIB

Hotman Paris Sampaikan Maaf, Ngaku Emosi Diberondong Pertanyaan Wartawan

20 Juli 2026 / 11:51 WIB

Iwakum Menilai Ucapan Hotman ‘Lu Punya Otak Enggak?’ Hinaan Terhadap Wartawan

20 Juli 2026 / 09:27 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Operasi “True Promise 4”, IRGC Kerahkan Rudal Sejjil

Kristo Suryokusumo16 Maret 2026 / 13:45 WIB

Istana Bantah Hotman Tarik Presiden di Kasus Febrie: Jangan Dikait-kaitkan

20 Juli 2026 / 16:18 WIB

Hotman Paris Bantah Isu Asprinya jadi Simpanan Febrie Adriansyah

20 Juli 2026 / 15:22 WIB

Temuan Kemkomdigi: Modus Nakal Konter Registrasi SIM Biometrik, Pembeli Malah Merugi!

20 Juli 2026 / 14:49 WIB

Indonesia Targetkan Full Biodiesel B50 di Semua SPBU per 1 Oktober 2026

20 Juli 2026 / 14:16 WIB

Tiga Pasukannya Tewas, AS Ngamuk Lakukan Sembilan Serangan Beruntun ke Iran

20 Juli 2026 / 14:02 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.