Yogyakarta (tutur.co.id) – Teknologi face recognition (pengenalan wajah) yang digadang-gadang memperketat keamanan kartu SIM ternyata masih coba diakali. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) baru saja membongkar modus nakal di tingkat penjual (konter) yang nekat menggunakan data biometrik mereka sendiri untuk mengaktifkan kartu sebelum dilempar ke pasaran.
Praktik ilegal ini ditemukan langsung saat jajaran Kemkomdigi melakukan sidak lapangan terkait implementasi registrasi pelanggan berbasis data biometrik di pusat perbelanjaan kawasan Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, membeberkan trik licik yang dilakukan oleh oknum penjual tersebut. Pertama, penjual akan mengaktifkan kartu SIM baru menggunakan wajah mereka sendiri agar kartu “siap pakai”. Kemudian kartu ilegal berkedok aktif tersebut di jual ke konsumen. Setelah pelanggan mulai menggunakan nomor tersebut, oknum penjual diam-diam melakukan un-register secara sepihak.
“Kartu diaktivasi dengan wajahnya, dibawa oleh customer, setelah customer pakai, kemudian di-unregister, jadi customer-nya merugi,” jelas Dirjen Edwin saat meninjau Jogjatronik Mall, Yogyakarta.
Dirjen Edwin menegaskan bahwa tindakan ini adalah pelanggaran serius. Menggunakan nomor HP yang terdaftar atas nama orang lain tidak hanya menyalahi aturan, tetapi juga berbahaya bagi ekosistem digital Indonesia.
“Ini praktik-praktik di lapangan yang harus diperhatikan. Kita sekarang eranya kejujuran, apa yang kita pakai itu harus atas nama kita,” tegas Edwin dilansir dari situs resmi Komdigi, Senin 20 Juli 2026.
Meski masih ada oknum yang coba-coba melanggar, Kemkomdigi mencatat bahwa sebagian besar pelaku industri dan penjual di lapangan sebenarnya sudah sangat patuh (comply) terhadap regulasi biometrik ini.
Agar sistem berjalan transparan dan benar, diperlukan kerja sama erat dari seluruh pihak—mulai dari operator, penjual, hingga kesadaran dari masyarakat selaku konsumen.
“Sudah lebih banyak yang comply daripada yang tidak, tapi yang tidak ini semoga semakin lama semakin menghilang dan kita bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” pungkas Edwin.
Tips Aman untuk Anda: Pastikan Anda selalu melakukan registrasi kartu SIM baru menggunakan data diri dan wajah Anda sendiri saat membeli, dan hindari membeli kartu yang diklaim ‘sudah aktif’ secara instan.

