Jakarta (tutur.co.id) – Bagi Sebagian orang, ulang tahun adalah momen yang paling ditunggu setiap tahun. Ada yang sudah membuat countdown dari jauh-jauh hari, mengundang makan malam, merencanakan pesta besar, sampai mengunggah foto dan ucapan di media sosial. Namun di sisi lain, ada juga orang yang justru berharap hari ulang tahunnya lewat begitu saja tanpa perayaan apapun.
Sebagian orang memilih mematikan notifikasi, menghindari ucapan ulang tahun, bahkan merasa tidak nyaman dengan semua itu. Sikap seperti ini sering dianggap aneh atau anti sosial, padahal dalam dunia psikologi, fenomena tersebut ternyata cukup umum terjadi.
Dilansir dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Scientific Reports, fenomena yang dikenal sebagai Birthday Blues memang nyata secara psikologis. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa ulang tahun, terutama di usia tertentu seperti 20, 30, atau 40 tahun, sering membuat seseoarang melakukan evaluasi hidup secara mendalam dan memikirkan pencapaian yang belum tercapai.
Tidak Semua Orang Nyaman Menjadi Pusat Perhatian
Salah satu alasan mengapa seseorang tidak suka merayakan ulang tahun adalah karena mereka merasa tisak nyaman menjadi pusat perhatian. Ucapan ramai di grup chat, hingga momen tiup lilin sambal diperhatikan banyak orang ternyata bisa terasa melelahkan secara mental bagi Sebagian orang.
Namun hal ini bukan berarti mereka adalah anti sosial. Banyak dari mereka tetap senang menghadiri perayaan ulang tahun orang lain, hanya saja merasa kurang nyaman ketika perhatian tersebut diarahkan kepada dirinya sendiri.
Pengalaman Masa Kecil Bisa Membentuk Cara Pandang Terhadap Ulang Tahun
Psikologi juga menemukan bahwa pengalaman masa kecil memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memandang ulang tahun saat dewasa.
Orang yang memiliki kenangan buruk saat ulang tahun, sering merasa kecewa, diabaikan, atau dibandingkan dengan orang lain cenderung memiliki hubungan emosional yang negative dengan hari ulang tahunnya sendiri.
Tanpa disadari, otak mengasosiasikan ulang tahun dengan rasa kecewa atau kesedihan. Akibatnya, ketika dewasa mereka memilih menghindari perayaan ulang tahun karena tidak ingin kembali merasakan emosi yang sama.
Media Sosial Membuat Tekanan Saat Ulang Tahun Semakin Besar
Di era media sosial, ulang tahun tidak lagi menjadi momen pribadi. Kini ulang tahun terasa seperti “event publik” yang harus terlihat bahagia dan meriah. Instagram story, postingan estetik, ucapan massal, hingga ekspektasi untuk mengunggah perayaan membuat banyak orang merasa tertekan.
Penelitian mengenai budaya ulang tahun di media sosial menunjukkan bahwa ulang tahun saat ini dipenuhi ekspektasi sosial yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Banyak orang merasa takut dianggap kesepian jika tidak merayakan ulang tahun atau tidak mendapatkan banyak ucapan. Akibatnya, sebagian orang justru memilih menjauh dari media sosial saat ulang tahun demi menghindari tekanan tersebut.
Tidak Semua Orang Membutuhkan Validasi Saat Ulang Tahun
Menariknya, tidak semua orang yang cuek terhadap ulang tahun sedang mengalami masalah emosional. Beberapa orang memang tidak menggantungkan rasa bahagia pada validasi dari orang lain. Mereka tidak merasa perlu dirayakan untuk merasa berharga. Bagi mereka, ulang tahun hanyalah hari biasa yang tidak harus diramaikan.
Cara memaknai kebahagiaan setiap orang memang berbeda. Ada yang merasa bahagia saat dirayakan ramai-ramai, tetapi ada juga yang justru lebih nyaman menikmati hari ulang tahunnya dengan tenang dan sederhana.
Fenomena “Birthday Blues” Ternyata Nyata
Perasaan kesepian, takut menua, tekanan pencapaian hidup, hingga rasa kehilangan sering muncul bersamaan mendekati hari ulang tahun. Karena itu, banyak orang akhirnya memilih merayakan ulang tahun dengan cara yang lebih sederhana.
Ada yang memilih makan sendiri di tempat favorit, staycation kecil, quality time bersama orang terdekat, atau bahkan mematikan ponsel seharian. Dan sebenarnya, tidak ada yang salah dengan hal tersebut.
Tidak Semua Orang Harus Merayakan Ulang Tahun dengan Cara yang Sama
Budaya sering menggambarkan ulang tahun sebagai hari yang wajib dirayakan secara meriah. Padahal pada kenyataannya, setiap orang memiliki hubungan emosional yang berbeda terhadap hari ulang tahunnya sendiri.
Ada yang merasa dicintai saat mendapat banyak ucapan dan pesta besar. Namun ada juga yang justru merasa lebih nyaman ketika hari tersebut berjalan tenang tanpa sorotan berlebihan.
Pada akhirnya, ulang tahun bukan hanya soal pesta, kue, atau jumlah ucapan yang masuk. Bagi sebagian orang, ulang tahun adalah momen refleksi pribadi yang lebih nyaman dijalani secara sederhana dan diam-diam.

