California (Tutur.co.id) – Legenda Timnas Brasil, Ricardo Kaka, memberikan pujian kepada Matheus Cunha setelah penyerang Manchester United itu berhasil menembus skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026.
Penampilan impresif Cunha sepanjang musim 2025-2026 bersama Manchester United menjadi salah satu faktor utama yang membuat pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memasukkannya ke dalam daftar pemain untuk turnamen terbesar dunia tersebut.
Dengan performa yang terus meningkat, Cunha diproyeksikan menjadi salah satu andalan Brasil dalam upaya mengakhiri puasa gelar juara dunia yang telah berlangsung sejak 2002.
Untuk Piala Dunia 2026, Ancelotti memanggil sejumlah penyerang terbaik yang dimiliki Brasil. Nama-nama seperti Neymar, Raphinha, dan Vinicius Junior tetap menjadi andalan utama di lini depan.
Selain itu, skuad Selecao juga diperkuat sejumlah pemain yang tampil menonjol di Eropa, termasuk Rayan, Igor Thiago, serta Endrick yang sedang menikmati performa positif sejak dipinjamkan Real Madrid ke klub Prancis, Olympique Lyon.
Di tengah persaingan ketat tersebut, kehadiran Matheus Cunha menjadi salah satu cerita menarik. Pemanggilan ke Piala Dunia 2026 memiliki makna emosional bagi pemain berusia 27 tahun itu setelah gagal tampil pada edisi sebelumnya.
Kerja kerasnya sepanjang musim akhirnya membuahkan hasil. Cunha berhasil mencatatkan 10 gol dan dua assist bersama Manchester United di Liga Inggris musim 2025-2026, performa yang cukup untuk menarik perhatian Carlo Ancelotti.
Brasil sendiri terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2002 di bawah asuhan Luiz Felipe Scolari. Saat itu, Selecao diperkuat sederet legenda sepak bola dunia seperti Ronaldo Nazario, Rivaldo, Ronaldinho, Cafu, hingga Ricardo Kaka.
Melihat perkembangan Cunha, Kaka berharap sang penyerang mampu memberikan dampak besar bagi permainan Brasil di Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi Manchester United, mantan bintang AC Milan dan Real Madrid itu menilai Cunha memiliki karakter permainan khas Brasil yang bisa menjadi pembeda di lapangan.
“Dia bisa menerapkan gaya bermainnya yang khas Brasil untuk meningkatkan performa tim dan melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda selama pertandingan,” ujar Kaka.
Menurut peraih Ballon d’Or 2007 tersebut, salah satu kelebihan terbesar Cunha adalah kemampuannya memahami permainan modern, terutama dari sisi taktik.
“Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana dia memahami permainan sekarang. Dia bekerja sangat keras secara taktik. Jadi, terkadang dia melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor untuk membantu para bek dan sistem pertahanan. Selain itu, dia juga bisa menggunakan kreativitasnya,” ujar Kaka.
Selain produktif dalam menyerang, Cunha juga dikenal sebagai pemain yang aktif membantu pertahanan. Sepanjang musim 2025-2026 bersama Manchester United, ia tercatat melakukan 212 kontribusi bertahan.
Statistik tersebut menempatkannya di posisi keempat dalam skuad Setan Merah, hanya kalah dari Casemiro, Bruno Fernandes, dan Luke Shaw. Kemampuan berkontribusi di kedua sisi permainan inilah yang membuat Cunha dinilai cocok dengan pendekatan taktik Carlo Ancelotti.
Pada Piala Dunia 2026, Timnas Brasil tergabung di Grup C bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Laga pertama Selecao akan berlangsung melawan Maroko di Stadion New York New Jersey, East Rutherford pada Minggu (14/6/2026) pukul 05.00 WIB.
