Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung
  • KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek
  • Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan
  • Pertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan
  • Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina
  • Plt Jampidsus Jelaskan Soal Febrie Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka
  • Komisi III Sebut Kasus Jampidsus Sebagai Mega Korupsi, Pantas Hukum Mati
  • Komisi III Bentuk Panja Khusus, Kawal Kasus Febrie Adriansyah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

Sepakbola Deba Salamah11 Juli 2026 / 20:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Bintang timnas Argentina Lionel Messi berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Mesir saat laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa waktu setempat. (X/FIFAcom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kansas City (Tutur.co.id) – Lionel Messi kembali membuktikan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh kekuatan fisik. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina justru menjadi salah satu pemain dengan jarak tempuh paling rendah di Piala Dunia 2026, tetapi tetap memimpin berbagai statistik menyerang dan bersaing di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappe.

Di tengah era sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi, pressing tanpa henti, dan mobilitas luar biasa, Messi menunjukkan bahwa kecerdasan membaca permainan, penempatan posisi, serta kualitas teknik masih menjadi senjata paling mematikan.

Messi Jadi Pemain yang Paling Sedikit Berlari

Berdasarkan data resmi FIFA yang dikompilasi media Spanyol AS, Messi hanya menempuh 35,87 kilometer dalam lima pertandingan di Piala Dunia 2026. Artinya, rata-rata ia hanya berlari sekitar 6,88 kilometer per pertandingan, angka yang jauh di bawah standar pemain elite, khususnya gelandang dan penyerang.

Dalam daftar total jarak tempuh seluruh pemain di turnamen, Messi bahkan hanya berada di peringkat ke-186. Sebagai perbandingan, gelandang serang Prancis Michael Olise sudah menempuh lebih dari 64 kilometer, sedangkan penyerang Inggris Harry Kane mencatat sekitar 53 kilometer sepanjang turnamen.

Lebih Banyak Berjalan daripada Berlari

Yang membuat statistik La Pulga semakin menarik adalah bagaimana ia menggunakan energinya. Dari rata-rata 6,88 kilometer yang ditempuh setiap pertandingan, sekitar 4,41 kilometer dilakukan hanya dengan berjalan kaki.

Tidak ada pemain lain di Piala Dunia 2026 yang memiliki porsi pergerakan berintensitas rendah sebesar Messi. Bahkan ketika Argentina menjalani pertandingan lebih dari 90 menit, angka tersebut tidak berubah drastis.

Saat melakukan comeback dramatis melawan Mesir di babak 16 besar, Messi hanya menempuh 8,28 kilometer. Sementara pada laga pembuka melawan Austria, ia mencatat 7,90 kilometer.

Baca Juga  Air Mata Cristiano Ronaldo Warnai Akhir Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026

Sprint Messi Juga Sangat Minim

Data sprint Messi pun jauh berbeda dibandingkan pemain-pemain top lainnya. Kapten Argentina hanya mencatat rata-rata 23 sprint berkecepatan tinggi per pertandingan, salah satu angka terendah di antara seluruh pemain depan yang tampil di Piala Dunia 2026.

Secara keseluruhan, Messi berada di peringkat ke-257 dengan total 124 sprint sepanjang turnamen. Sebagai pembanding, gelandang Maroko Ismael Saibari memimpin daftar tersebut dengan 315 sprint.

Tak hanya itu, sepanjang turnamen Messi hanya mencatat 631 meter lari dengan kecepatan maksimal, serta sekitar 1,48 kilometer berlari dengan intensitas sedang. Statistik tersebut terlihat sangat kontras dengan tuntutan sepak bola modern yang mengandalkan kecepatan, pressing, dan mobilitas tinggi.

Messi: Rekan Setim Membantu Saya Berlari Lebih Sedikit

Usai kemenangan dramatis Argentina atas Mesir, Messi menjelaskan alasan mengapa dirinya tetap mampu tampil efektif meski tidak banyak bergerak.

Menurutnya, seluruh pemain Argentina bekerja lebih keras demi memberikan ruang baginya untuk fokus pada momen-momen penentu pertandingan.

“Berkat rekan-rekan setim saya, saya bisa tetap berada di lapangan. Saya tahu mereka melakukan pengorbanan lebih besar ketika saya tidak banyak berlari,” ujar Messi.

Ia menambahkan bahwa pengorbanan tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran.

“Mereka melakukannya dengan sepenuh hati karena memang ingin melakukannya dan mereka merasakan itu sebagai bagian dari tim.”

Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi permainan Argentina di bawah Lionel Scaloni. Ketika pemain lain bekerja keras tanpa bola, Messi menghemat energi agar tetap berada dalam kondisi terbaik saat momen-momen krusial datang.

Efisiensi Messi Masih Sulit Ditandingi

Meski kalah dalam statistik fisik, kontribusi Messi di lini serang tetap luar biasa.

Hingga babak perempat final Piala Dunia 2026, ia telah mencatat:

  • 8 gol dalam 5 pertandingan
  • Rata-rata 1,6 gol per laga
  • Expected Goals (xG) tertinggi di turnamen, yakni 5,65 atau rata-rata 1,09 per pertandingan
  • Pencetak gol terbanyak dari luar kotak penalti
  • Pemain dengan gol tendangan bebas terbanyak
  • Nilai performa tertinggi versi FIFA dengan rating rata-rata 8,7
Baca Juga  RKP 2027 Disiapkan, Bappenas Fokus Pangan, Energi, Hilirisasi hingga Pengentasan Kemiskinan

Sebelum Kylian Mbappe memainkan laga perempat final melawan Maroko, Messi juga memimpin sejumlah statistik penting di Piala Dunia 2026:

  • 29 tembakan
  • 18 tembakan tepat sasaran
  • 8 gol
  • 14 tembakan dari luar kotak penalti
  • Expected Goals (xG) sebesar 5,65

Bukti Kualitas Mengalahkan Fisik

Di era ketika performa pemain sering diukur melalui jarak tempuh, jumlah sprint, dan intensitas pressing, Lionel Messi kembali membuktikan dirinya sebagai pengecualian.

Ia mungkin menjadi salah satu pemain yang paling sedikit berlari di Piala Dunia 2026, tetapi hampir setiap sentuhan bolanya mampu mengubah jalannya pertandingan.

Kecerdasan membaca ruang, kemampuan memilih posisi, visi bermain, dan efektivitas penyelesaian akhir membuat Messi tetap menjadi sosok paling menentukan bagi Argentina.

Statistik tersebut menjadi bukti bahwa di level tertinggi sepak bola dunia, kualitas tidak selalu diukur dari seberapa jauh seorang pemain berlari, melainkan dari seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil akhir pertandingan.

Argentina Argentina vs Swiss headline Lionel Messi Piala Dunia 2026 swiss
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan
Next Article KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek

Berita Lainnya

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

11 Juli 2026 / 21:30 WIB

Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina

11 Juli 2026 / 18:00 WIB

Plt Jampidsus Jelaskan Soal Febrie Belum Ditahan Meski Sudah Tersangka

11 Juli 2026 / 17:58 WIB

Komisi III Sebut Kasus Jampidsus Sebagai Mega Korupsi, Pantas Hukum Mati

11 Juli 2026 / 16:47 WIB

Komisi III Bentuk Panja Khusus, Kawal Kasus Febrie Adriansyah

11 Juli 2026 / 16:37 WIB

Jangan Ulangi Taktik Kontra Meksiko! Menguasai Bola Berarti Mematikan Haaland

11 Juli 2026 / 16:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Tanggapi Jalan Mediasi Presiden Prabowo, Dubes Iran: Tak Ada Negosiasi

Toto Pribadi02 Maret 2026 / 20:53 WIB

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

11 Juli 2026 / 21:30 WIB

KPK Akan Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah Jika Mandek

11 Juli 2026 / 20:21 WIB

Paradoks Messi di Piala Dunia 2026: Paling Sedikit Berlari, Paling Mematikan

11 Juli 2026 / 20:00 WIB

Pertamina Borong Enam Penghargaan Asian Excellence Award 2026, Bukti Kepemimpinan dan Komitmen Keberlanjutan

11 Juli 2026 / 18:33 WIB

Bukan Messi, Leandro Paredes Jadi Otak Kebangkitan Argentina

11 Juli 2026 / 18:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.