Miami (Tutur.co.id) – Inggris diminta mengubah pendekatan permainan saat menghadapi Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB. Meski sukses menyingkirkan Meksiko lewat serangan balik mematikan di babak 16 besar, mantan gelandang The Three Lions Danny Murphy menilai strategi tersebut tidak ideal jika kembali diterapkan melawan Norwegia.
Menurut Murphy, Inggris justru harus mendominasi penguasaan bola agar mampu mengendalikan jalannya pertandingan sekaligus membatasi ancaman terbesar Norwegia, Erling Haaland.
Taktik Kontra Meksiko Dinilai Tak Cocok Dilawan Norwegia
Saat mengalahkan Meksiko dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Inggris mencatat rekor unik. Pasukan Thomas Tuchel hanya menguasai bola sebanyak 33,2 persen, menjadi persentase penguasaan bola terendah Inggris sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Meski demikian, strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik berjalan efektif. Kecepatan Bukayo Saka, Anthony Gordon, serta dua gol Jude Bellingham menjadi kunci kemenangan atas tuan rumah. Namun, Murphy menilai situasi melawan Norwegia akan berbeda.
“Saya rasa Inggris mampu bermain dengan dua cara, dan itu adalah keuntungan besar. Tetapi, mendominasi penguasaan bola tetap merupakan pilihan yang lebih baik. Dengan kualitas pemain menyerang yang kami miliki, semakin lama menguasai bola berarti semakin banyak peluang yang bisa diciptakan,” ujar Murphy.
Ia menambahkan bahwa Inggris sebaiknya tidak bergantung sepenuhnya pada serangan balik, meskipun memiliki banyak pemain cepat seperti Marcus Rashford, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Bukayo Saka.
“Saya lebih ingin melihat Inggris menekan lebih tinggi, menguasai pertandingan, dan membongkar pertahanan lawan. Khusus menghadapi Norwegia, saya melihat lini belakang mereka masih bisa dieksploitasi,” tambahnya.
Pertahanan Norwegia Masih Menyimpan Celah
Meski tampil impresif hingga menembus perempat final, pertahanan Norwegia belum sepenuhnya solid. Sepanjang Piala Dunia 2026, tim asuhan Stale Solbakken belum sekali pun mencatatkan clean sheet. Mereka telah kebobolan sembilan gol dalam lima pertandingan, termasuk selalu kebobolan dalam tujuh laga terakhir sejak bermain imbang tanpa gol melawan Swiss pada Maret lalu.
Catatan tersebut menjadi alasan Murphy yakin Inggris akan lebih diuntungkan jika mengontrol permainan sejak awal daripada menunggu kesempatan melakukan serangan balik.
Menguasai Bola Berarti Mematikan Haaland
Murphy juga menilai penguasaan bola menjadi senjata terbaik untuk meredam pengaruh Erling Haaland. Striker Manchester City itu tampil luar biasa pada Piala Dunia pertamanya dengan torehan tujuh gol, termasuk dua gol yang menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Kini, Haaland hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Namun menurut Murphy, ancaman Haaland akan berkurang drastis jika Norwegia tidak menguasai bola.
“Jika Norwegia tidak memegang bola, maka Haaland juga tidak akan mendapatkan bola. Begitu pula pemain-pemain yang biasa menyuplai umpan kepadanya seperti Martin Odegaard, Antonio Nusa, Oscar Bobb, maupun Andreas Schjelderup,” jelasnya.
Dengan kata lain, dominasi penguasaan bola tidak hanya membuat Inggris lebih banyak menciptakan peluang, tetapi juga menjadi cara paling efektif untuk memutus aliran serangan Norwegia sejak dari lini tengah.

