Atlanta (Tutur.co.id) – Timnas Argentina akan menghadapi Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB, dengan target mengamankan tiket ke semifinal. Setelah dua laga fase gugur yang menguras tenaga, skuad asuhan Lionel Scaloni berharap dapat meraih kemenangan dengan cara yang lebih meyakinkan.
Pada babak 16 besar, Argentina harus bekerja keras membalikkan keadaan saat mengalahkan Mesir 3-2. Sebelumnya, La Albiceleste juga dipaksa bermain hingga babak perpanjangan waktu sebelum menyingkirkan Tanjung Verde dengan skor yang sama.
Meski harus melewati dua pertandingan penuh tekanan, Argentina memperlihatkan perkembangan penting, terutama di sektor lini tengah. Salah satu faktor terbesar di balik kebangkitan mereka adalah penampilan impresif Leandro Paredes.
Perubahan Scaloni di Lini Tengah Mengubah Jalannya Pertandingan
Saat menghadapi Mesir, Scaloni melakukan penyesuaian penting dengan menarik Thiago Almada dan memasukkan Leandro Paredes ke dalam susunan permainan. Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan.
Paredes, yang sebelumnya juga tampil positif saat menghadapi Tanjung Verde, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pengatur permainan sekaligus penyeimbang lini tengah.
Penampilannya menjadi salah satu faktor utama yang memungkinkan Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol hingga akhirnya menang dramatis. Bahkan ketika skor masih imbang 2-2, Paredes melakukan intervensi krusial yang menggagalkan peluang Mesir mencetak gol ketiga.
Statistik Menggambarkan Dominasi Paredes
Kontribusi Paredes tidak hanya terlihat dari cara ia mengatur ritme permainan, tetapi juga tercermin melalui statistik yang sangat impresif.
Gelandang Boca Juniors tersebut mencatat:
- 115 operan sukses
- Akurasi umpan mencapai 97 persen
- 11 kali merebut kembali penguasaan bola
Catatan itu menjadikannya pemain Argentina yang paling aktif sepanjang pertandingan. Namun, angka-angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan besarnya pengaruh Paredes di lapangan.
Memberi Kebebasan kepada Enzo Fernandez dan De Paul
Peran utama Paredes adalah menjadi jangkar di depan lini pertahanan. Dengan keberadaannya, Enzo Fernandez, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister memiliki keleluasaan untuk lebih sering membantu serangan tanpa harus terlalu khawatir meninggalkan ruang kosong di belakang.
Paredes terus menawarkan diri sebagai opsi umpan, mengatur tempo permainan, dan memastikan distribusi bola Argentina tetap berjalan rapi tanpa terburu-buru. Perannya memang tidak selalu mencolok, tetapi justru menjadi fondasi yang memungkinkan pemain-pemain kreatif Argentina tampil lebih bebas.
Rela Jadi Bek Demi Menjaga Keseimbangan Tim
Kecerdasan taktik Paredes semakin terlihat pada menit-menit akhir pertandingan. Ketika Argentina membutuhkan gol kemenangan, Scaloni mengambil keputusan berani dengan mendorong Cristian Romero maju membantu serangan sebagai penyerang tambahan.
Strategi itu memang meningkatkan tekanan ke pertahanan Mesir, tetapi sekaligus meninggalkan ruang kosong di lini belakang.
Tanpa instruksi khusus, Paredes langsung turun mengisi posisi yang ditinggalkan Romero. Ia praktis bermain sebagai bek tengah tambahan dan mengorganisasi pertahanan saat rekan-rekannya terus menekan lawan.
Kemampuan membaca situasi tersebut menunjukkan kedewasaan bermain yang menjadi salah satu kekuatan terbesar sang gelandang. Alih-alih mencari sorotan individu, Paredes memahami apa yang dibutuhkan tim dalam momen paling krusial.
Masih Ada Dua Posisi yang Dipertimbangkan Scaloni
Menghadapi Swiss, Argentina diperkirakan tetap mempertahankan sebagian besar susunan pemain yang sukses menyingkirkan Mesir. Meski demikian, Lionel Scaloni masih memiliki dua keputusan penting yang harus diambil.
Di posisi bek kanan, persaingan masih terbuka antara Nahuel Molina dan Gonzalo Montiel. Sementara di lini depan, Scaloni juga masih mempertimbangkan apakah akan menduetkan Lionel Messi dengan Julian Alvarez atau Lautaro Martinez.
Sebaliknya, dua pemain pengganti justru memberikan dampak besar. Montiel tampil lebih solid dalam bertahan, sedangkan Lautaro Martinez berkontribusi langsung terhadap kebangkitan Argentina dengan memberikan assist pada gol kemenangan Enzo Fernandez serta terlibat dalam proses gol penyama kedudukan.
Argentina Ingin Lolos Tanpa Drama Lagi
Di atas kertas, Argentina tetap menjadi favorit saat menghadapi Swiss yang sebelumnya lolos setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Namun, dua laga terakhir menunjukkan bahwa perjalanan La Albiceleste menuju gelar juara tidak lagi semulus edisi sebelumnya.
Karena itu, keseimbangan permainan yang dibangun Leandro Paredes di lini tengah diperkirakan kembali menjadi salah satu kunci utama jika Argentina ingin menghindari drama berkepanjangan dan memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026.

