Jakarta (tutur.co.id) — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memaparkan arah pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang akan difokuskan pada delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).
Total terdapat 60 program prioritas yang disiapkan pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Keberhasilan seluruh agenda PKPN didukung oleh fondasi pertahanan keamanan, pendekatan hukum, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi,” ujar Rachmat dalam Rakorbangpus 2026 untuk penyusunan RKP 2027 di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (7/5/2026).
Klaster pertama berfokus pada kedaulatan pangan. Pemerintah menyiapkan berbagai program strategis seperti pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan ribuan tambak dan budidaya ikan, revitalisasi tambak nila salin di Pantura, hingga pengembangan perkebunan komoditas unggulan seperti sawit, tebu, kakao, kopi, dan rempah-rempah.
Pada sektor energi dan air, pemerintah menargetkan percepatan transisi energi melalui implementasi biodiesel B50 dan bioetanol E20, pembangunan PLTS 1.000 GW, konversi 6 juta motor BBM menjadi motor listrik, hingga elektrifikasi 10 ribu desa.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan lifting migas melalui eksplorasi 10 blok migas baru, optimalisasi 45 ribu sumur minyak masyarakat, serta pengembangan kilang modular hijau.
Di sektor pendidikan, program prioritas mencakup perluasan Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi, digitalisasi pendidikan dengan 2 juta papan interaktif digital, pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru, hingga pendirian 10 universitas berbasis STEMM.
Pemerintah juga menargetkan 500 ribu lulusan SMK go global serta peningkatan kesejahteraan guru melalui transfer tunjangan langsung.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah fokus pada MBG bagi ibu hamil dan balita, peningkatan layanan kesehatan melalui upgrade 66 rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, dan percepatan penuntasan tuberkulosis.
Untuk hilirisasi dan industrialisasi, pemerintah memasukkan 18 proyek industri strategis, pengembangan mobil nasional dan motor nasional, industri kedirgantaraan, hingga industri semikonduktor sebagai agenda utama.
Adapun sektor infrastruktur dan perumahan akan diarahkan pada pembangunan giant sea wall, pengembangan jaringan kereta nasional, rehabilitasi pascabencana, serta program 3 juta rumah yang terdiri dari 1 juta rumah baru dan 2 juta renovasi rumah.
Pemerintah juga memperkuat ekonomi desa melalui pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta percepatan pembangunan wilayah 3T.
Sedangkan agenda penurunan kemiskinan akan dilakukan melalui program PRO-KESRA terintegrasi yang menyasar 10 juta masyarakat untuk mendorong kesejahteraan dan penciptaan lapangan kerja.
Menurut Rachmat, seluruh agenda tersebut ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertumbuhan yang mendorong kesejahteraan, merata, dan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.

