Kansas City (Tutur.co.id) – Lionel Messi kembali membuktikan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh kekuatan fisik. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina justru menjadi salah satu pemain dengan jarak tempuh paling rendah di Piala Dunia 2026, tetapi tetap memimpin berbagai statistik menyerang dan bersaing di puncak daftar pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappe.
Di tengah era sepak bola modern yang menuntut intensitas tinggi, pressing tanpa henti, dan mobilitas luar biasa, Messi menunjukkan bahwa kecerdasan membaca permainan, penempatan posisi, serta kualitas teknik masih menjadi senjata paling mematikan.
Messi Jadi Pemain yang Paling Sedikit Berlari
Berdasarkan data resmi FIFA yang dikompilasi media Spanyol AS, Messi hanya menempuh 35,87 kilometer dalam lima pertandingan di Piala Dunia 2026. Artinya, rata-rata ia hanya berlari sekitar 6,88 kilometer per pertandingan, angka yang jauh di bawah standar pemain elite, khususnya gelandang dan penyerang.
Dalam daftar total jarak tempuh seluruh pemain di turnamen, Messi bahkan hanya berada di peringkat ke-186. Sebagai perbandingan, gelandang serang Prancis Michael Olise sudah menempuh lebih dari 64 kilometer, sedangkan penyerang Inggris Harry Kane mencatat sekitar 53 kilometer sepanjang turnamen.
Lebih Banyak Berjalan daripada Berlari
Yang membuat statistik La Pulga semakin menarik adalah bagaimana ia menggunakan energinya. Dari rata-rata 6,88 kilometer yang ditempuh setiap pertandingan, sekitar 4,41 kilometer dilakukan hanya dengan berjalan kaki.
Tidak ada pemain lain di Piala Dunia 2026 yang memiliki porsi pergerakan berintensitas rendah sebesar Messi. Bahkan ketika Argentina menjalani pertandingan lebih dari 90 menit, angka tersebut tidak berubah drastis.
Saat melakukan comeback dramatis melawan Mesir di babak 16 besar, Messi hanya menempuh 8,28 kilometer. Sementara pada laga pembuka melawan Austria, ia mencatat 7,90 kilometer.
Sprint Messi Juga Sangat Minim
Data sprint Messi pun jauh berbeda dibandingkan pemain-pemain top lainnya. Kapten Argentina hanya mencatat rata-rata 23 sprint berkecepatan tinggi per pertandingan, salah satu angka terendah di antara seluruh pemain depan yang tampil di Piala Dunia 2026.
Secara keseluruhan, Messi berada di peringkat ke-257 dengan total 124 sprint sepanjang turnamen. Sebagai pembanding, gelandang Maroko Ismael Saibari memimpin daftar tersebut dengan 315 sprint.
Tak hanya itu, sepanjang turnamen Messi hanya mencatat 631 meter lari dengan kecepatan maksimal, serta sekitar 1,48 kilometer berlari dengan intensitas sedang. Statistik tersebut terlihat sangat kontras dengan tuntutan sepak bola modern yang mengandalkan kecepatan, pressing, dan mobilitas tinggi.
Messi: Rekan Setim Membantu Saya Berlari Lebih Sedikit
Usai kemenangan dramatis Argentina atas Mesir, Messi menjelaskan alasan mengapa dirinya tetap mampu tampil efektif meski tidak banyak bergerak.
Menurutnya, seluruh pemain Argentina bekerja lebih keras demi memberikan ruang baginya untuk fokus pada momen-momen penentu pertandingan.
“Berkat rekan-rekan setim saya, saya bisa tetap berada di lapangan. Saya tahu mereka melakukan pengorbanan lebih besar ketika saya tidak banyak berlari,” ujar Messi.
Ia menambahkan bahwa pengorbanan tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran.
“Mereka melakukannya dengan sepenuh hati karena memang ingin melakukannya dan mereka merasakan itu sebagai bagian dari tim.”
Pernyataan tersebut menggambarkan filosofi permainan Argentina di bawah Lionel Scaloni. Ketika pemain lain bekerja keras tanpa bola, Messi menghemat energi agar tetap berada dalam kondisi terbaik saat momen-momen krusial datang.
Efisiensi Messi Masih Sulit Ditandingi
Meski kalah dalam statistik fisik, kontribusi Messi di lini serang tetap luar biasa.
Hingga babak perempat final Piala Dunia 2026, ia telah mencatat:
- 8 gol dalam 5 pertandingan
- Rata-rata 1,6 gol per laga
- Expected Goals (xG) tertinggi di turnamen, yakni 5,65 atau rata-rata 1,09 per pertandingan
- Pencetak gol terbanyak dari luar kotak penalti
- Pemain dengan gol tendangan bebas terbanyak
- Nilai performa tertinggi versi FIFA dengan rating rata-rata 8,7
Sebelum Kylian Mbappe memainkan laga perempat final melawan Maroko, Messi juga memimpin sejumlah statistik penting di Piala Dunia 2026:
- 29 tembakan
- 18 tembakan tepat sasaran
- 8 gol
- 14 tembakan dari luar kotak penalti
- Expected Goals (xG) sebesar 5,65
Bukti Kualitas Mengalahkan Fisik
Di era ketika performa pemain sering diukur melalui jarak tempuh, jumlah sprint, dan intensitas pressing, Lionel Messi kembali membuktikan dirinya sebagai pengecualian.
Ia mungkin menjadi salah satu pemain yang paling sedikit berlari di Piala Dunia 2026, tetapi hampir setiap sentuhan bolanya mampu mengubah jalannya pertandingan.
Kecerdasan membaca ruang, kemampuan memilih posisi, visi bermain, dan efektivitas penyelesaian akhir membuat Messi tetap menjadi sosok paling menentukan bagi Argentina.
Statistik tersebut menjadi bukti bahwa di level tertinggi sepak bola dunia, kualitas tidak selalu diukur dari seberapa jauh seorang pemain berlari, melainkan dari seberapa besar pengaruhnya terhadap hasil akhir pertandingan.

