Madrid (tutur.co.id) – Gelombang panas yang melanda Eropa terus memakan korban jiwa. Dan Spanyol mencatatkan rekor sebagai negara yang paling terdampak dengan total lebih dari 1.000 orang atau tepatnya 1.029 orang tewas karena panas ekstrem di sepanjang bulan Juni lalu. Bayangkan saja, suhu di Spanyol dalam lima hari terakhir diterpa gelombang panas mencapai 40 derajat celcius.
Dari data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Spanyol lewat sistem monitoring MoMo itu, suhu panas yang melanda Spanyol di bulan Juni tahun ini menjadi yang tertinggi menyamai catatan panas yang terjadi pada Juni 2015. Sedangkan untuk kematian, juga tercatat menjadi yang tertinggi kedua sejak angka 1.000 kematian pada Juni 2017.
Dan masih menurut data dari Kemenkes Spanyol, puncak dari gelombang panas itu terjadi pada 23 Juni 2026 di mana pada tanggal itu sebanyak 73 persen dari total populasi Spanyol mengalami risiko kesehatan. Bahkan 38 persen dari populasi mengalami risiko tinggi akibat gelombang panas yang melanda Spanyol.
Kelompok lanjut usia menyumbang hampir seluruh korban jiwa. Dari total kematian yang dikaitkan dengan suhu panas, dari 1.022 korban meninggal terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas, termasuk 720 orang yang berusia 85 tahun atau lebih. Sedangkan satu kematian tercatat pada anak berusia di bawah 15 tahun.
Masih dari data Kemenkes Spanyol, jumlah kematian tertinggi terjadi di wilayah Mediterania dan utara Spanyol, yang penduduknya umumnya kurang terbiasa menghadapi suhu panas ekstrem berkepanjangan dibandingkan wilayah selatan yang lebih panas. Wilayah Catalonia mencatat 218 kematian terkait panas, disusul Basque Country dengan 147 kematian.

