Jakarta (tutur.co.id) – Kuasa hukum Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan bahwa kliennya akan membawa semua ijazahnya mulai dari SD dan SMP dalam sidang pembuktian nanti. Menurut Yakup Hasibuan, hal itu dilakukan agar tak ada lagi pihak-pihak yang mempermasalahkan masa lalu pendidikan Jokowi.
“Karena ijazah yang sudah distia itu kan SMA dan UGM. Jadi nanti tentu penuntut umum juga akan menghadirkan itu dan pak Jokowi akan memperlihatkan itu semua. Bahkan ijazah SD dan SMP-nya juga akan dibawa agar tidak ada orang yang tidak suka mencoba mendiskreditkan lagi. Nanti ijazah SD pun dipermasalahkan. Pak Jokowi ingin permasalahannya tuntas,” kata Yakup Hasibuan.
Saat diminta kemungkinan kapan sidang pembuktian itu akan digelar tepatnya, Yakup mengaku masih menunggu tahapan persidangan selanjutnya. Namun ia memperkirakan sidang pembuktian akan terlaksana sekitar 3 sampai 4 minggu dari sekarang.
“Kita tunggu jadwal dari majelis. Kalau pengalaman kami, mungkin ini eksepsi minggu depan, kemudian seminggu lagi putusan sela, baru setelah itu masuk ke pembuktian. Mungkin ya, 3-4 minggu dari sekarang ya,” ujar Yakup Hasibuan.
Saat ini sidang kisruh ijazah Joko Widodo masih dalam tahap pembacaan dakwaan yang baru saja digelar di Pengadilan Negeri Jakarat, hari ini.

