Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Kasus Silmy Karim, KPK Periksa 13 Saksi Pemerasan WNA
  • Polda Jabar Periksa Kejiwaan Pelaku Penyekapan Biadab di Bandung
  • Presiden Prabowo Kembali Pamer MBG di Hadapan Petani dan Nelayan
  • Video: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Disambut Meriah, Prabowo: Seperti Pemenang Piala Citra
  • Maroko vs Haiti: Pertarungan dengan Dua Tujuan Berbeda
  • Lagi dan Lagi! Presiden Prabowo Keceplosan ‘Ndasmu’ di Hadapan Petani dan Nelayan
  • Video: Masuk DPO, Pelaku Penyekapan Taufik Hidayat Ditangkap Polisi
  • Skotlandia vs Brasil: Misi Bersejarah Tartan Army Dihadang Pasukan Pilihan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Jatuh ke Level 6.000 Meski MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Apa Lagi Alasannya?

IHSG Jatuh ke Level 6.000 Meski MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Apa Lagi Alasannya?

Market Gusti Tetiro24 Juni 2026 / 12:38 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjung melewati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Foto:Tutur/ANTARA Asprilla Dwi Adha/tom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan dan menembus level psikologis 6.000 pada penutupan sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/6/2026). Pelemahan tersebut terjadi meskipun Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan mempertahankan status Indonesia dalam kelompok Emerging Market.

Berdasarkan data perdagangan BEI, IHSG merosot 99,13 poin atau 1,62% ke level 6.002. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang 5.993 hingga 6.171 dengan nilai transaksi mencapai Rp6,41 triliun.

Koreksi tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan perdagangan yang sempat mencatat kenaikan lebih dari 30 poin. Pelemahan pada hari ini juga memperpanjang tren penurunan IHSG menjadi enam hari perdagangan berturut-turut.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipicu kombinasi faktor global dan domestik jangka pendek dibandingkan hasil tinjauan MSCI yang relatif positif.

Menurut dia, penguatan dolar Amerika Serikat serta ekspektasi suku bunga tinggi dari Federal Reserve mendorong arus dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari aksi jual bersih investor asing dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

Tekanan eksternal itu turut berdampak pada nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga sekitar Rp18.037 per dolar AS pada perdagangan pagi. Pelemahan mata uang domestik dinilai meningkatkan premi risiko investasi di Indonesia sehingga membuat investor asing lebih defensif, terutama terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor perbankan.

Selain faktor fundamental, Elandry menilai sebagian pelemahan indeks juga dipengaruhi faktor teknikal dan aksi ambil untung (profit taking) setelah reli yang terjadi pada periode sebelumnya.

Pandangan serupa disampaikan Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana. Menurut dia, koreksi IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal yang menunjukkan indeks berada dalam fase downtrend dan berpotensi menguji area rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).

Baca Juga  IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.171, CPIN, HRTA, dan ESSA Jadi Saham Primadona

Didit, sapaan Herditya, menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market belum cukup kuat menjadi katalis positif bagi pasar karena lembaga indeks global tersebut masih memberikan sejumlah catatan terkait transparansi dan kualitas pasar modal domestik.

Di sisi lain, arus keluar dana asing masih berlanjut. Dalam lima hari perdagangan hingga Selasa (23/6/2026), investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp2,2 triliun di pasar saham Indonesia.

Meski demikian, sejumlah pelaku pasar menilai keputusan MSCI tetap menjadi perkembangan positif bagi pasar modal nasional. Co-Founder PasarDana Hans Kwee menegaskan kekhawatiran investor terkait potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market telah mereda setelah MSCI kembali mempertahankan klasifikasi Emerging Market.

Menurut Hans, hasil MSCI Market Accessibility Review menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu pasar berkembang dengan tingkat aksesibilitas yang baik bagi investor asing. Ia menilai reformasi yang dilakukan regulator telah meningkatkan transparansi pasar secara signifikan.

Beberapa langkah yang mendapat perhatian antara lain keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 kategori, serta pengembangan sistem pelaporan Ultimate Beneficial Owner (UBO).

Meski demikian, MSCI masih memberikan perhatian terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi coordinated trading behavior. Karena itu, lembaga indeks global tersebut akan terus memantau konsistensi implementasi reformasi pasar modal Indonesia hingga jadwal evaluasi berikutnya pada November 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif keputusan MSCI tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyatakan keputusan MSCI menjadi pengakuan terhadap reformasi pasar modal yang tengah dijalankan pemerintah dan regulator.

Menurut Hasan, hasil penilaian tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat agenda reformasi, meningkatkan transparansi pasar, memperkuat kualitas pembentukan harga saham, serta meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Baca Juga  Mirae Asset: Yield SBN Jadi Kunci Lanjutan Reli IHSG, Rupiah dan Dana Asing Penentu Arah Pasar

Dengan demikian, meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi pergerakan IHSG akibat faktor eksternal, keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market dinilai memberikan fondasi positif bagi prospek pasar modal nasional dalam jangka menengah dan panjang.

emerging market headline IHSG MSCI Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePPATK: Kabupaten Bogor hingga Jakarta Barat Jadi Kantong Terbesar Pemain Judi Online
Next Article Kemenbud Kerja Sama dengan FBI Pulangkan Artefak ke Indonesia

Berita Lainnya

Polda Jabar Periksa Kejiwaan Pelaku Penyekapan Biadab di Bandung

24 Juni 2026 / 15:24 WIB

Presiden Prabowo Kembali Pamer MBG di Hadapan Petani dan Nelayan

24 Juni 2026 / 15:06 WIB

Lagi dan Lagi! Presiden Prabowo Keceplosan ‘Ndasmu’ di Hadapan Petani dan Nelayan

24 Juni 2026 / 14:52 WIB

Video: Masuk DPO, Pelaku Penyekapan Taufik Hidayat Ditangkap Polisi

24 Juni 2026 / 14:00 WIB

Skotlandia vs Brasil: Misi Bersejarah Tartan Army Dihadang Pasukan Pilihan

24 Juni 2026 / 13:45 WIB

OJK Terbitkan Aturan Finfluencer, Rekomendasi Investasi Kini Wajib Kantongi Izin dan Sertifikasi

24 Juni 2026 / 13:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Inggris Berkomitmen Pulihkan Ekosistem Taman Nasional di Indonesia

Deba Salamah22 Januari 2026 / 15:54 WIB

Kasus Silmy Karim, KPK Periksa 13 Saksi Pemerasan WNA

24 Juni 2026 / 15:54 WIB

Polda Jabar Periksa Kejiwaan Pelaku Penyekapan Biadab di Bandung

24 Juni 2026 / 15:24 WIB

Presiden Prabowo Kembali Pamer MBG di Hadapan Petani dan Nelayan

24 Juni 2026 / 15:06 WIB

Video: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Disambut Meriah, Prabowo: Seperti Pemenang Piala Citra

24 Juni 2026 / 15:00 WIB

Maroko vs Haiti: Pertarungan dengan Dua Tujuan Berbeda

24 Juni 2026 / 15:00 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.