Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • MotoGP Ceko 2026 di Brno: Jadwal Lengkap, Sprint Race Malam WIB, dan Duel Para Bintang
  • Haaland Bersinar! Norwegia Hajar Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
  • Malam Sempurna Mbappe dan 5 Fakta Kemenangan Prancis Atas Senegal
  • Lokasi Layanan Samsat Keliling 17 Juni 2026
  • Evolusi Bola Piala Dunia: Dari Telstar hingga Trionda
  • 5 Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Bukan Pembakar Lemak Instan
  • Lokasi Layanan SIM Keliling 17 Juni 2026
  • Lukai 65 Orang, Ford Terpaksa Recall Mobil Kekar Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Mirae Asset: Yield SBN Jadi Kunci Lanjutan Reli IHSG, Rupiah dan Dana Asing Penentu Arah Pasar

Mirae Asset: Yield SBN Jadi Kunci Lanjutan Reli IHSG, Rupiah dan Dana Asing Penentu Arah Pasar

Market Gusti Tetiro17 Juni 2026 / 08:28 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gambar ilustrasi AI: dua eksekutif sedang berdiskusi tentang perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki peluang berlanjut apabila didukung penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan premi risiko Indonesia sekaligus membuka ruang masuknya kembali aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan yield obligasi pemerintah merupakan salah satu indikator utama yang saat ini dicermati investor dalam menilai keberlanjutan penguatan pasar saham Indonesia.

Menurut dia, jika rupiah mampu mempertahankan tren penguatan dan yield SBN tenor 10 tahun terus bergerak turun dari level puncaknya di atas 7,3%, maka persepsi risiko terhadap aset Indonesia akan semakin membaik.

“Jika rupiah mampu bertahan menguat dan yield SBN tenor 10 tahun turun secara bertahap dari level puncaknya di atas 7,3 persen menuju kisaran yang lebih rendah, premi risiko Indonesia akan menurun. Kondisi tersebut akan membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana asing ke pasar obligasi maupun saham,” ujar Rully dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Data perdagangan menunjukkan IHSG mengalami pemulihan signifikan dalam sepekan terakhir. Pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026), indeks berada di level 5.344,69 sebelum naik bertahap menjadi 5.744,06 pada Rabu, 5.899,27 pada Kamis, 5.960,27 pada Jumat, hingga mencapai 6.118,73 pada pembukaan perdagangan Senin (15/6/2026).

Rully menilai penguatan tersebut masih didominasi faktor technical rebound setelah pasar mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir. Sentimen positif juga datang dari langkah Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026 guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga  Simpatisan Nasdem Geruduk Kantor Tempo, Ada Tiga Tuntutan

Selain faktor domestik, deeskalasi ketegangan geopolitik global turut memberikan dukungan terhadap pasar keuangan Indonesia. Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi dan risiko inflasi global.

Perkembangan tersebut berdampak positif terhadap pergerakan rupiah dan pasar obligasi domestik. Stabilitas nilai tukar serta penurunan yield SBN dinilai menjadi kombinasi yang mampu meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor global.

Meski demikian, Rully mengingatkan bahwa optimisme pasar masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Investor global masih mencermati sejumlah faktor eksternal, termasuk arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia, perkembangan ekonomi global, serta stabilitas pasar keuangan domestik.

“Walaupun tanda-tanda perbaikan mulai terlihat, investor masih menunggu konfirmasi yang lebih kuat bahwa penurunan risk premium dan stabilisasi rupiah dapat berlanjut secara berkelanjutan sebelum optimisme terhadap pasar kembali menguat,” katanya.

Ia menambahkan, arus modal asing hingga saat ini masih bergerak selektif sehingga keberlanjutan reli IHSG akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah dan otoritas moneter menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Pelaku pasar kini menanti sejumlah agenda penting, termasuk keputusan suku bunga Bank Indonesia dan The Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan menjadi katalis berikutnya bagi pergerakan IHSG, rupiah, maupun pasar obligasi Indonesia.

headline IHSG Mirae Asset Rupiah yield SBN
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Dibidik ke Level 6.400, Saham IMPC dan TPIA Jadi Primadona
Next Article Boyamin: Rapat Tertutup BGN dan DPR Lindungi Oknum Dapur MBG

Berita Lainnya

Evolusi Bola Piala Dunia: Dari Telstar hingga Trionda

17 Juni 2026 / 09:13 WIB

IHSG Dibidik ke Level 6.400, Saham IMPC dan TPIA Jadi Primadona

17 Juni 2026 / 07:58 WIB

IHSG Lanjut Reli ke 6.360, Simak Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa dan MNC Sekuritas di Sini

17 Juni 2026 / 06:58 WIB

Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp17.690, INDEF: IHSG Berpeluang Sentuh 8.000 Asal Reformasi Ekonomi Konsisten

17 Juni 2026 / 05:58 WIB

Harga Emas Antam Berpeluang Naik ke Rp2,75 Juta per Gram, Ibrahim: The Fed Jadi Katalis Utama

17 Juni 2026 / 04:58 WIB

Argentina vs Aljazair: Langkah Pertama La Albiceleste Menuju Gelar Beruntun

16 Juni 2026 / 20:20 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Kemenkeu Klarifikasi Isu Kurang Bayar SPT Menkeu, Tegaskan Sesuai Ketentuan

Gusti Tetiro27 Maret 2026 / 09:38 WIB

MotoGP Ceko 2026 di Brno: Jadwal Lengkap, Sprint Race Malam WIB, dan Duel Para Bintang

17 Juni 2026 / 09:46 WIB

Haaland Bersinar! Norwegia Hajar Irak 4-1 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

17 Juni 2026 / 09:45 WIB

Malam Sempurna Mbappe dan 5 Fakta Kemenangan Prancis Atas Senegal

17 Juni 2026 / 09:25 WIB

Lokasi Layanan Samsat Keliling 17 Juni 2026

17 Juni 2026 / 09:13 WIB

Evolusi Bola Piala Dunia: Dari Telstar hingga Trionda

17 Juni 2026 / 09:13 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.