Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas
  • Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Tak Sesuai Spesifikasi
  • Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia
  • Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas
  • Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100
  • Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
  • Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India
  • Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Techno»Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India

Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India

Techno Rizky Alfiantiko05 Juni 2026 / 10:06 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto ASML dan Tata Electronics menandatangani MOU Kerjasama(Foto:Tutur/carnegieendowment.org)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New Delhi (tutur.co.id) – Selama bertahun-tahun, India dikenal sebagai pusat talenta teknologi dan pengembangan perangkat lunak. Namun kini, negara tersebut mulai menunjukkan ambisi yang jauh lebih besar dengan membangun ekosistem semikonduktor dari hulu hingga hilir.

Langkah terbaru datang dari kerja sama antara ASML dan Tata Electronics, sebuah kolaborasi yang dianggap sebagai sinyal kuat bahwa industri chip India mulai menarik perhatian pemain terbesar dunia.

ASML bukan nama sembarangan di industri semikonduktor. Perusahaan asal Belanda ini merupakan satu-satunya produsen mesin litografi paling canggih yang digunakan untuk membuat chip modern. Ketika ASML menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tata Electronics, banyak pihak melihatnya sebagai bukti bahwa proyek pabrik chip Tata di Dholera mulai dianggap serius oleh industri global.

Kerja sama ini sebenarnya tidak muncul secara tiba-tiba. Dalam beberapa tahun terakhir, Tata Electronics juga menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan besar seperti Intel, Tokyo Electron, Merck Electronics, hingga ROHM. Jika dilihat secara keseluruhan, rangkaian kerja sama tersebut menunjukkan bahwa India sedang membangun fondasi industri semikonduktor yang lengkap, bukan sekadar mendirikan satu pabrik chip.

Di sisi lain, ASML juga memiliki alasan bisnis yang kuat untuk memperluas kehadirannya di India. Sejak pembatasan ekspor teknologi semikonduktor ke China semakin diperketat, perusahaan-perusahaan pemasok peralatan chip mulai mencari pasar baru yang menjanjikan. India yang sedang agresif mengembangkan industri teknologi menjadi salah satu tujuan paling menarik untuk investasi jangka panjang.

Menariknya, pabrik Tata di Dholera akan memproduksi chip 28 nanometer yang masih sangat dibutuhkan berbagai industri, mulai dari otomotif hingga perangkat elektronik konsumen. Untuk kebutuhan tersebut, mesin DUV milik ASML sudah lebih dari cukup dan jauh lebih ekonomis dibanding teknologi EUV yang digunakan untuk chip paling mutakhir. Hal ini membuat kerja sama kedua perusahaan menjadi lebih realistis dan memiliki peluang implementasi yang lebih cepat.

Baca Juga  Sobat Indibiz Meluncur! Peluang Cuan Digital untuk Perempuan UMKM Makin Terbuka

Selain memasok mesin baru, ASML juga berpotensi menghadirkan mesin litografi refurbished atau rekondisi ke India. Strategi ini dinilai menarik karena mampu menekan biaya investasi tanpa mengorbankan kualitas produksi. Bahkan, ASML mencatat sebagian besar mesin yang telah direkondisi selama puluhan tahun masih aktif digunakan oleh pelanggan di berbagai negara.

Pada akhirnya, kerja sama ASML dan Tata Electronics bukan hanya soal pembangunan sebuah pabrik chip. Kesepakatan ini mencerminkan perubahan besar dalam peta industri semikonduktor global, di mana India mulai muncul sebagai pemain baru yang diperhitungkan.

Jika momentum ini terus dijaga melalui investasi, kebijakan yang konsisten, dan dukungan teknologi internasional, India berpeluang menjadi salah satu pusat manufaktur semikonduktor paling penting dalam dekade mendatang.

ASML india industri chip Kerja sama semikonduktor Indonesia–India Semikonduktor tata electronics Teknologi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi
Next Article Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia

Berita Lainnya

Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas

05 Juni 2026 / 11:39 WIB

Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia

05 Juni 2026 / 10:15 WIB

ROG Computex 2026: 20 Tahun Inovasi dan Masa Depan Gaming Berbasis AI

04 Juni 2026 / 02:46 WIB

Ledakan AI Angkat SoftBank Salip Kekayaan Toyota

04 Juni 2026 / 00:40 WIB

TelkomMetra Divestasi AdMedika ke Fullerton Health, Fokus Perkuat Bisnis Inti Digital

03 Juni 2026 / 16:31 WIB

Gebrakan Nvidia Kenalkan RTX Sparx, Bukan Sekedar Prosesor Biasa

03 Juni 2026 / 01:12 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Skema Nadiem Cuan dari Google: Ubah Status PT Gojek Demi Dapat Rp809 M saat Jadi Menteri

Ahmad Nuryaman14 Mei 2026 / 16:00 WIB

Data Center NeutraDC Batam Ludes Sebelum Beroperasi, Telkom Siapkan Ekspansi Kapasitas

05 Juni 2026 / 11:39 WIB

Rakyat Protes Makanan MBG Jelek, MAKI Sebut Tak Sesuai Spesifikasi

05 Juni 2026 / 11:32 WIB

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

05 Juni 2026 / 10:32 WIB

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

05 Juni 2026 / 10:18 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.