Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia
  • Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas
  • Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100
  • Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia
  • Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India
  • Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini: Garuda Incar Kemenangan dan Perbaikan Ranking FIFA
  • IHSG Bergerak Terbatas, BRI Danareksa Pilih MDKA dan TINS sebagai Saham Unggulan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi

Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi

Internasional Rizky Alfiantiko05 Juni 2026 / 09:56 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Kondisi lahan yang mengering dan retak akibat minimnya curah hujan, menggambarkan dampak kekeringan ekstrem yang berpotensi meningkat seiring kemunculan fenomena El Niño.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Canberra (tutur.co.id) – Australia mulai bersiap menghadapi kemungkinan datangnya fenomena El Niño dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah lembaga iklim, termasuk Bureau of Meteorology (BoM), memperkirakan peluang terbentuknya El Niño kini semakin besar. Para ilmuwan menilai berbagai model iklim global mulai menunjukkan pola yang konsisten menuju fase cuaca tersebut.

El Niño merupakan fase hangat dari siklus El Niño-Southern Oscillation (ENSO), salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari biasanya. Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola sirkulasi atmosfer dan distribusi curah hujan secara global.

Bagi Australia, El Niño biasanya identik dengan cuaca yang lebih panas dan lebih kering, terutama di wilayah timur dan selatan negara tersebut. Data historis menunjukkan sebagian besar musim dingin dan musim semi paling kering yang pernah tercatat terjadi saat El Niño berlangsung. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kekeringan, gelombang panas, kebakaran hutan, hingga pemutihan terumbu karang.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa dampak El Niño tidak selalu sama pada setiap kejadian. Selain ENSO, kondisi cuaca Australia juga dipengaruhi faktor lain seperti Indian Ocean Dipole dan Southern Annular Mode. Karena itu, kekuatan El Niño tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keparahan dampak yang dirasakan di lapangan.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memperkirakan peluang terbentuknya El Niño sebelum November mencapai sekitar 90 persen. Prediksi tersebut memperkuat pandangan bahwa dunia kemungkinan akan kembali memasuki periode cuaca ekstrem dalam waktu dekat. Sejumlah model iklim juga mengindikasikan bahwa El Niño kali ini berpotensi memiliki kekuatan moderat hingga kuat.

Baca Juga  Hadapi El Nino Godzilla, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Hingga 11 Bulan ke Depan

Para pakar iklim menilai kombinasi El Niño dan perubahan iklim global dapat menjadi tantangan serius. Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi cuaca panas ekstrem, sementara El Niño berpotensi memperparah kondisi tersebut. Akibatnya, wilayah yang biasanya mengalami kekeringan bisa menjadi lebih kering, sementara pola cuaca ekstrem lainnya juga dapat semakin intens.

Meski belum resmi dinyatakan aktif, tanda-tanda kemunculan El Niño semakin jelas terlihat. Pemerintah, sektor pertanian, dan masyarakat di Australia kini mulai diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan cuaca dalam beberapa bulan mendatang. Jika prediksi ini terwujud, El Niño akan menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kondisi iklim Australia sepanjang musim dingin hingga musim semi tahun ini.

Australia El Nino el nino godzilla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini: Garuda Incar Kemenangan dan Perbaikan Ranking FIFA
Next Article Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India

Berita Lainnya

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Menhaj Apresiasi Petugas dan Jemaah Haji atas Kedisiplinan Selama Fase Mina

31 Mei 2026 / 15:25 WIB

Menhaj Pastikan Proses Pemulangan Jemaah ke Indonesia Dimulai Besok

31 Mei 2026 / 15:09 WIB

Kemenhaj Buka Suara Soal Jemaah Haji Bangkalan Tidak Dapat Makanan saat di Mina

31 Mei 2026 / 14:20 WIB

Wamenhaj Dahnil Pastikan Tak Ada Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Mina

30 Mei 2026 / 21:20 WIB

Jemaah Nafar Tsani Tinggalkan Mina, Kemenhaj Imbau Tetap Ikuti Arahan Petugas

30 Mei 2026 / 20:33 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Daftar 26 Skuad Timnas Indonesia U-17 untuk Piala AFF 2026

Sasha Widiawati08 April 2026 / 12:03 WIB

Menko AHY Berbicara di Forum Negara ASEAN dan Eurasia

05 Juni 2026 / 10:37 WIB

Modus ‘Uang Acc Klik’ Pengurusan Izin Tinggal WNA di Kasus Korupsi Imipas

05 Juni 2026 / 10:32 WIB

Dadan Kusdiana Ungkap Risiko Impor Minyak Rp1,6 T per Hari Saat Harga Sentuh US$100

05 Juni 2026 / 10:18 WIB

Laptop Googlebook: Berikut Spesifikasi, Fitur Unggulan, Harga dan Masuk Indonesia

05 Juni 2026 / 10:15 WIB

Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India

05 Juni 2026 / 10:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.