Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • KPK Sorot Menteri PU Soal Dugaan Penyimpangan Penggunaan Fasilitas untuk Keluarga
  • Pengacara Tewas Jatuh dari Lantai 46, Diduga Kerabat Hotman Paris Hutapea
  • KPK Ingatkan Inspektorat Melek Awasi Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 T
  • IRGC Pamerkan Dampak Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara AS Yordania
  • Pertamina Perkuat Layanan Avtur di Bandara SMB II Palembang
  • Pemerintah Gelontorkan Rp209 Miliar, Penyeberangan Perintis NTT Kembali Normal
  • Meski Hotman Minta Maaf, PWI Sebut Unsur Pidana Tidak Hilang
  • IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi saham CGS International
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Internasional»Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi

Dunia Bersiap! El Nino Diprediksi Muncul Lagi

Internasional Rizky Alfiantiko05 Juni 2026 / 09:56 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi Kondisi lahan yang mengering dan retak akibat minimnya curah hujan, menggambarkan dampak kekeringan ekstrem yang berpotensi meningkat seiring kemunculan fenomena El Niño.(Foto:Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Canberra (tutur.co.id) – Australia mulai bersiap menghadapi kemungkinan datangnya fenomena El Niño dalam beberapa bulan mendatang. Sejumlah lembaga iklim, termasuk Bureau of Meteorology (BoM), memperkirakan peluang terbentuknya El Niño kini semakin besar. Para ilmuwan menilai berbagai model iklim global mulai menunjukkan pola yang konsisten menuju fase cuaca tersebut.

El Niño merupakan fase hangat dari siklus El Niño-Southern Oscillation (ENSO), salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di berbagai belahan dunia. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tengah Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari biasanya. Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola sirkulasi atmosfer dan distribusi curah hujan secara global.

Bagi Australia, El Niño biasanya identik dengan cuaca yang lebih panas dan lebih kering, terutama di wilayah timur dan selatan negara tersebut. Data historis menunjukkan sebagian besar musim dingin dan musim semi paling kering yang pernah tercatat terjadi saat El Niño berlangsung. Kondisi ini juga sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kekeringan, gelombang panas, kebakaran hutan, hingga pemutihan terumbu karang.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa dampak El Niño tidak selalu sama pada setiap kejadian. Selain ENSO, kondisi cuaca Australia juga dipengaruhi faktor lain seperti Indian Ocean Dipole dan Southern Annular Mode. Karena itu, kekuatan El Niño tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keparahan dampak yang dirasakan di lapangan.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memperkirakan peluang terbentuknya El Niño sebelum November mencapai sekitar 90 persen. Prediksi tersebut memperkuat pandangan bahwa dunia kemungkinan akan kembali memasuki periode cuaca ekstrem dalam waktu dekat. Sejumlah model iklim juga mengindikasikan bahwa El Niño kali ini berpotensi memiliki kekuatan moderat hingga kuat.

Baca Juga  Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis untuk Lindungi WNI di Timur Tengah

Para pakar iklim menilai kombinasi El Niño dan perubahan iklim global dapat menjadi tantangan serius. Perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi cuaca panas ekstrem, sementara El Niño berpotensi memperparah kondisi tersebut. Akibatnya, wilayah yang biasanya mengalami kekeringan bisa menjadi lebih kering, sementara pola cuaca ekstrem lainnya juga dapat semakin intens.

Meski belum resmi dinyatakan aktif, tanda-tanda kemunculan El Niño semakin jelas terlihat. Pemerintah, sektor pertanian, dan masyarakat di Australia kini mulai diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan cuaca dalam beberapa bulan mendatang. Jika prediksi ini terwujud, El Niño akan menjadi salah satu faktor utama yang membentuk kondisi iklim Australia sepanjang musim dingin hingga musim semi tahun ini.

Australia El Nino el nino godzilla
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleJadwal Timnas Indonesia vs Oman Malam Ini: Garuda Incar Kemenangan dan Perbaikan Ranking FIFA
Next Article Raksasa Chip Dunia Mulai Ramai-ramai Merapat ke India

Berita Lainnya

IRGC Pamerkan Dampak Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara AS Yordania

21 Juli 2026 / 10:21 WIB

Tiga Pasukannya Tewas, AS Ngamuk Lakukan Sembilan Serangan Beruntun ke Iran

20 Juli 2026 / 14:02 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Lima Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 8 Juli 2026, Khusus Perpanjangan SIM A dan SIM C

Galuh Parantri08 Juli 2026 / 09:22 WIB

KPK Sorot Menteri PU Soal Dugaan Penyimpangan Penggunaan Fasilitas untuk Keluarga

21 Juli 2026 / 12:44 WIB

Pengacara Tewas Jatuh dari Lantai 46, Diduga Kerabat Hotman Paris Hutapea

21 Juli 2026 / 11:29 WIB

KPK Ingatkan Inspektorat Melek Awasi Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 T

21 Juli 2026 / 10:50 WIB

IRGC Pamerkan Dampak Serangan Rudal Iran di Pangkalan Udara AS Yordania

21 Juli 2026 / 10:21 WIB

Pertamina Perkuat Layanan Avtur di Bandara SMB II Palembang

21 Juli 2026 / 09:45 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.