Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026), meski dibayangi sentimen negatif dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan penurunan harga komoditas mineral logam.
Di sisi lain, kenaikan harga komoditas energi serta berlanjutnya aksi beli investor asing diperkirakan menjadi katalis positif yang menopang pergerakan indeks.
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada kisaran support 6.170–6.110 dan resistance 6.295–6.355.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.170-6.110 dan resistance 6.295-6.355,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, Selasa (21/7/2026).
Dari eksternal, mayoritas indeks Wall Street memulai pekan dengan penurunan tipis. Sentimen pasar dipengaruhi kembali melonjaknya harga minyak dunia setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut. Namun, tekanan di pasar sempat mereda setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
Menurut Baghaei, para mediator masih terus bertukar pesan dengan Iran di tengah konflik yang berlangsung. Ia menegaskan negosiasi antara kedua belah pihak masih memungkinkan dilanjutkan berdasarkan kepentingan nasional masing-masing.
Meski demikian, harga minyak kembali menguat setelah Presiden AS Donald Trump mengunggah pernyataan bernada keras terhadap Iran melalui platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menyatakan Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas tewasnya tiga personel militer Amerika Serikat.
Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9% menjadi US$83,23 per barel, sementara Brent menguat 1,3% ke level US$89,22 per barel.
Di tengah dinamika tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk strategi trading, yakni ENRG, ELSA, AADI, ADRO, TLKM, dan UNVR.
Investor tetap disarankan mencermati perkembangan konflik geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arus dana asing yang diperkirakan masih menjadi faktor utama penentu arah IHSG dalam jangka pendek.

