Jakarta (tutur.co.id) – Google akhirnya memperkenalkan Googlebook, lini laptop baru yang digadang-gadang menjadi penerus era Chromebook. Berbeda dengan Chromebook yang selama ini berfokus pada komputasi berbasis cloud, Googlebook hadir dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) Gemini yang jauh lebih dalam dan menjadi pusat pengalaman pengguna. Google menyebut perangkat ini sebagai laptop pertama yang “dirancang untuk Gemini Intelligence”.
Dilansir dari pengumuman resmi Google, Googlebook akan mulai diluncurkan pada musim gugur (Fall) 2026 melalui sejumlah mitra besar seperti Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo. Google sendiri belum mengumumkan model final maupun spesifikasi lengkap masing-masing perangkat karena setiap produsen akan merilis versi mereka sendiri.
Fitur Unggulan Googlebook
Yang paling membedakan Googlebook dari laptop biasa adalah fitur Magic Pointer. Kursor ini terhubung langsung dengan Gemini sehingga pengguna bisa meminta AI membandingkan gambar, membuat ringkasan, menjelaskan isi layar, hingga menjalankan perintah hanya dengan menunjuk objek tertentu di layar. Selain itu, tersedia fitur Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget khusus hanya melalui perintah AI.
Googlebook juga memiliki integrasi yang sangat erat dengan ponsel Android. Pengguna dapat membuka aplikasi Android langsung dari laptop tanpa perlu instalasi tambahan, mengakses file dari ponsel secara instan, hingga melanjutkan pekerjaan lintas perangkat dengan lebih mudah.
Spesifikasi yang Sudah Terungkap
Meski spesifikasi final belum diumumkan, sejumlah bocoran dari pengembangan perangkat menunjukkan Googlebook akan hadir dengan beberapa platform prosesor berbeda, mulai dari Intel Panther Lake, Qualcomm Snapdragon generasi terbaru, MediaTek Dimensity untuk laptop AI, serta dukungan Android dan teknologi ChromeOS dalam satu platform baru yang berfokus pada AI dan produktivitas.
Menurut laporan Chrome Unboxed, setidaknya ada 8 perangkat Googlebook yang sedang dipersiapkan untuk peluncuran perdana. Beberapa nama kode yang muncul antara lain Felino, Lapis, Moonstone, Ruby, Quenbi, Mica, Quartz, dan Sapphire.
Perkiraan Harga Googlebook
Sampai saat ini Google belum mengumumkan harga resmi. Namun karena Googlebook diposisikan untuk bersaing dengan laptop premium berbasis AI seperti MacBook dan Copilot+ PC, banyak pengamat memperkirakan harga awalnya akan berada di kisaran US$799–1.299 atau sekitar Rp13 juta hingga Rp21 juta, tergantung spesifikasi dan merek pembuatnya. Perkiraan ini muncul dari positioning produk yang disebut sebagai laptop premium, bukan lagi laptop murah seperti banyak Chromebook sebelumnya.
Saat ini Googlebook belum dijual di negara mana pun karena perangkatnya baru diumumkan dan dijadwalkan meluncur pada Fall 2026. Pasar pertama yang kemungkinan mendapat peluncuran adalah Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan beberapa negara Eropa, mengikuti pola distribusi perangkat Google sebelumnya. Google baru membuka halaman pendaftaran minat (Get Notified) untuk calon pembeli.
Kapan Masuk Indonesia?
Hingga awal Juni 2026, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal masuk Indonesia. Jika mengikuti pola Chromebook dan perangkat Google lainnya, Indonesia kemungkinan baru akan mendapatkan unit resmi beberapa bulan setelah peluncuran global, tergantung strategi masing-masing produsen seperti Acer, ASUS, HP, Dell, dan Lenovo. Artinya, peluang Googlebook hadir di Indonesia tetap terbuka, tetapi kemungkinan besar tidak bersamaan dengan peluncuran perdana di Amerika Serikat.
Pada akhirnya, Googlebook menjadi salah satu produk teknologi yang paling menarik perhatian tahun ini karena menawarkan pendekatan baru terhadap laptop berbasis AI. Dengan Gemini sebagai pusat sistem, integrasi Android yang lebih dalam, serta dukungan dari berbagai produsen besar, Google tampaknya ingin menghadirkan pesaing baru bagi MacBook dan laptop AI Windows di pasar premium.

