Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Waspada Air Tawar Ternyata Bisa Mengandung Parasit yang Memicu Penyakit
  • ROG Computex 2026: 20 Tahun Inovasi dan Masa Depan Gaming Berbasis AI
  • Prabowo: Program MBG Bukan Sekadar Bantu Anak, Tapi Investasi Jangka Panjang
  • Ledakan AI Angkat SoftBank Salip Kekayaan Toyota
  • Wamen Imipas Silmy Karim Muncul di KPK, Menyerahkan Diri?
  • Anjlok ke Bawah 6.000, Kapan IHSG Pulih? Ini Kata Menkeu dan Analisis BRI Danareksa
  • Pengadaan Tablet dan Televisi BGN Juga di Mark Up Dadan Hindayana Cs
  • Kejagung Ungkap Markup Pengadaan Ribuan Sepatu BGN oleh Dadan Hindayana Cs
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Waspada Air Tawar Ternyata Bisa Mengandung Parasit yang Memicu Penyakit

Waspada Air Tawar Ternyata Bisa Mengandung Parasit yang Memicu Penyakit

Health Ridzka Putri Ananda04 Juni 2026 / 03:55 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi risiko paparan parasit saat berenang di danau air tawar. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Berenang di danau atau area perairan alami sering menjadi pilihan saat cuaca panas. Airnya yang terlihat jernih dan alami membuat banyak orang menganggap aktivitas ini aman. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa danau air tawar juga bisa menjadi habitat berbagai parasit dan mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia.

Dilansir dari Verywell Health, danau air tawar memang tidak otomatis berbahaya, tetapi berbeda dengan kolam renang yang biasanya disaring dan diberi disinfektan. Danau merupakan lingkungan alami yang dapat mengandung parasit, bakteri, maupun virus, terutama pada air yang hangat, tergenang, atau setelah hujan deras. Risiko infeksi memang tergolong rendah, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Salah satu organisme yang paling sering menjadi perhatian adalah Naegleria fowleri, yang kerap dijuluki “amoeba pemakan otak”. Parasit ini dapat masuk ke tubuh melalui hidung saat seseorang berenang atau menyelam di air tawar hangat. Meski kasusnya sangat langka, infeksi yang ditimbulkannya hampir selalu berakibat fatal karena menyerang jaringan otak.

Selain itu, ada pula parasit seperti Giardia dan Cryptosporidium yang lebih sering ditemukan. Keduanya biasanya masuk ke tubuh ketika seseorang tanpa sengaja menelan air yang terkontaminasi. Infeksi dapat menyebabkan diare, kram perut, mual, hingga dehidrasi. Pada sebagian besar orang gejalanya dapat sembuh sendiri, tetapi pada kelompok rentan kondisi ini bisa menjadi lebih serius.

Bahaya lain yang cukup umum adalah swimmer’s itch atau gatal perenang. Kondisi ini terjadi akibat larva parasit tertentu yang hidup pada siput dan burung air. Ketika larva tersebut bersentuhan dengan kulit manusia, dapat muncul ruam merah dan rasa gatal yang mengganggu. Meski biasanya tidak berbahaya dan akan hilang sendiri, kondisi ini tetap bisa membuat aktivitas berenang menjadi tidak nyaman.

Baca Juga  Alasan di Balik Susah Bangun Sahur Akhir-Akhir Ini?

Lalu apakah masyarakat harus berhenti berenang di danau? Para ahli menegaskan jawabannya tidak. Risiko infeksi dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana, seperti menghindari air yang terlihat kotor atau tergenang, tidak menelan air saat berenang, serta menghindari air masuk ke hidung. Berenang setelah hujan deras juga sebaiknya dihindari karena kualitas air bisa menurun akibat kontaminasi dari lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, danau tetap bisa menjadi tempat rekreasi yang aman selama masyarakat memahami potensi risikonya. Air yang terlihat bersih belum tentu bebas dari mikroorganisme. Karena itu, mengenali cara penularan parasit dan menerapkan langkah pencegahan sederhana menjadi cara terbaik agar aktivitas berenang tetap menyenangkan sekaligus aman bagi kesehatan.

air tawar danau air tawar Kesehatan parasit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleROG Computex 2026: 20 Tahun Inovasi dan Masa Depan Gaming Berbasis AI

Berita Lainnya

Anak Mulai Lelah Jelang Akhir Semester? Kenali Tanda Burnout Akademik

02 Juni 2026 / 11:49 WIB

Berapa Batas Aman Konsumsi Daging Merah setelah Iduladha?

30 Mei 2026 / 09:45 WIB

Cara Mendampingi Orang Tua Lansia dengan Sabar, Sadar dan Sehat Mental

29 Mei 2026 / 14:00 WIB

Kolesterol Tinggi? Coba Jus Buah dan Sayur Ini untuk Menurunkannya

29 Mei 2026 / 10:25 WIB

Berapa Batas Aman Konsumsi Daging Merah dalam Seminggu?

29 Mei 2026 / 09:30 WIB

Venustraphobia, Fobia Unik yang Membuat Seseorang Takut pada Perempuan Cantik

29 Mei 2026 / 09:16 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ekonom Nilai Ekonomi RI 2026 Bisa Lampaui Proyeksi Bank Dunia

Deba Salamah11 April 2026 / 07:00 WIB

Waspada Air Tawar Ternyata Bisa Mengandung Parasit yang Memicu Penyakit

04 Juni 2026 / 03:55 WIB

ROG Computex 2026: 20 Tahun Inovasi dan Masa Depan Gaming Berbasis AI

04 Juni 2026 / 02:46 WIB

Prabowo: Program MBG Bukan Sekadar Bantu Anak, Tapi Investasi Jangka Panjang

04 Juni 2026 / 01:14 WIB

Ledakan AI Angkat SoftBank Salip Kekayaan Toyota

04 Juni 2026 / 00:40 WIB

Wamen Imipas Silmy Karim Muncul di KPK, Menyerahkan Diri?

04 Juni 2026 / 00:40 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.