New Jersey (Tutur.co.id) – Lolosnya Argentina ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris kembali memanaskan salah satu perdebatan terbesar dalam sejarah sepak bola. Siapa yang layak menyandang status Greatest of All Time (GOAT), Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo?
Argentina akan menghadapi Spanyol di MetLife Stadium pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Bagi Lionel Messi, laga tersebut bukan sekadar kesempatan mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga peluang memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah.
Jika mampu membawa Albiceleste meraih kemenangan, Messi akan mengoleksi dua gelar Piala Dunia, sebuah pencapaian yang diyakini banyak pihak dapat semakin mengukuhkan posisinya dalam perdebatan GOAT. Meski demikian, pendukung Cristiano Ronaldo tentu memiliki pandangan yang berbeda.
Dua Dekade Mendominasi Sepak Bola Dunia
Selama hampir 20 tahun terakhir, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi dua nama yang mendominasi sepak bola dunia. Keduanya silih berganti memecahkan rekor, memenangkan trofi, dan mempertahankan level permainan yang nyaris tidak pernah disamai pemain lain di generasi mereka.
Secara kolektif, Messi dan Ronaldo telah mengumpulkan 13 Ballon d’Or, puluhan gelar liga domestik, trofi Liga Champions, serta berbagai rekor individu yang terus bertahan hingga saat ini. Namun, di antara semua pencapaian tersebut, Piala Dunia selalu menjadi pembeda terbesar.
Messi akhirnya melengkapi koleksi gelarnya ketika mengantar Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Sementara itu, Ronaldo memang berhasil membawa Portugal menjuarai Euro 2016 dan UEFA Nations League, tetapi trofi Piala Dunia tak pernah berhasil ia raih.
Kesempatan itu kini telah tertutup. Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar, dan Ronaldo telah memastikan bahwa turnamen ini menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia.
Messi Kembali Jadi Penentu Lolosnya Argentina ke Final
Argentina memastikan tiket ke final setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Inggris 2-1 pada babak semifinal. Di hadapan lebih dari 68 ribu penonton di Atlanta, Inggris sempat unggul melalui gol Anthony Gordon pada awal babak kedua.
Namun, Lionel Messi kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin tim. Kapten Argentina itu memberikan assist kepada Enzo Fernandez untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-85 sebelum kembali mengirim umpan matang yang diselesaikan Lautaro Martinez menjadi gol kemenangan pada masa injury time. Kemenangan tersebut melanjutkan tren impresif Argentina yang berkali-kali mampu mencetak gol pada menit-menit akhir sepanjang Piala Dunia 2026.
Arti Gelar Kedua bagi Lionel Messi
Jika berhasil mengalahkan Spanyol di final, Messi tidak hanya akan membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga mengukir sejarah baru. Albiceleste akan menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.
Selain itu, Messi akan menjadi pemain kedua dalam sejarah, setelah legenda Brasil Cafu, yang berhasil tampil di tiga final Piala Dunia. Bagi para pendukungnya, pencapaian tersebut akan semakin menyempurnakan karier luar biasa Messi.
Pemain berjuluk La Pulga tersebut sudah memiliki delapan Ballon d’Or, gelar Copa America 2021, Finalissima 2022, serta sederet trofi bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Inter Miami. Jika ditambah satu trofi Piala Dunia lagi, banyak yang meyakini hampir tidak ada lagi celah untuk mempertanyakan statusnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
Mengapa Cristiano Ronaldo Tetap Memiliki Pendukung yang Kuat?
Di sisi lain, pendukung Cristiano Ronaldo menilai bahwa ukuran kehebatan seorang pemain tidak bisa hanya ditentukan oleh jumlah gelar Piala Dunia. Mereka menyoroti perjalanan karier Ronaldo yang sukses di berbagai klub elite Eropa dan Timur Tengah.
Sepanjang kariernya, Ronaldo berhasil meraih trofi bersama Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, Juventus, hingga Al Nassr. Di level internasional, ia menutup karier bersama Portugal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra dengan 146 gol.
Ronaldo juga menjadi top skor Portugal sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 11 gol, melewati rekor legenda Portugal, Eusebio, yang bertahan sejak 1966.
Pada Piala Dunia 2026, Ronaldo kembali mencetak sejarah dengan menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola putra yang berhasil mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda, setelah mencetak gol ke gawang Uzbekistan pada fase grup.
Bagi para pendukungnya, konsistensi luar biasa selama dua dekade serta kemampuan beradaptasi di berbagai kompetisi menjadi alasan utama mengapa Ronaldo tetap layak berada di puncak perdebatan GOAT.
Debat GOAT Tak Pernah Hanya Soal Statistik
Perdebatan antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sesungguhnya selalu melampaui sekadar jumlah trofi atau statistik individu. Messi dikenal karena visi bermain, kemampuan menggiring bola, kreativitas, serta kecerdasannya menciptakan peluang yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Sebaliknya, Ronaldo dikenang sebagai salah satu penyelesai akhir paling tajam dalam sejarah sepak bola. Ketajamannya di depan gawang, kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi, serta konsistensinya selama bertahun-tahun menjadikannya tolok ukur bagi seorang penyerang modern.
Tidak ada satu pun lembaga resmi yang dapat menentukan siapa pemain terbaik sepanjang masa. Penghargaan Ballon d’Or, jumlah trofi, rekor gol, hingga statistik individu masing-masing memiliki ukuran penilaian yang berbeda.
Karena itu, meskipun Messi hanya tinggal selangkah lagi meraih gelar Piala Dunia kedua, perdebatan mengenai status GOAT kemungkinan besar tidak akan pernah benar-benar berakhir.
Warisan Dua Legenda Sepak Bola Dunia
Kini, Lionel Messi berusia 39 tahun dan memasuki salah satu pertandingan terpenting dalam kariernya sebagai kapten Argentina. Ia telah mengoleksi gelar Piala Dunia, Copa America, Finalissima, serta rekor delapan Ballon d’Or.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun telah menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Portugal sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola putra, sekaligus meninggalkan warisan luar biasa di setiap klub yang pernah dibelanya.
Apa pun hasil final Piala Dunia 2026 nanti, satu hal yang sulit dibantah adalah Messi dan Ronaldo telah mengubah wajah sepak bola modern. Persaingan mereka selama hampir dua dekade melahirkan standar baru dalam dunia olahraga dan menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia.
Dan meskipun trofi Piala Dunia kedua mungkin akan memperkuat posisi Lionel Messi dalam pandangan banyak orang, perdebatan tentang siapa yang pantas disebut GOAT tampaknya akan terus hidup selama sepak bola masih dimainkan.

