Jakarta (tutur.co.id) – Pensiun identik dengan usia 55 sampai 60 tahun. Tapi sekarang, semakin banyak anak muda justru punya target berhenti kerja jauh lebih cepat bahkan sebelum umur mencapai 40 tahun. Kenapa bisa begitu?
Fenomena ini dikenal sebagai FIRE Movement atau Financial Independence, Retire Early, gerakan yang fokus mencapai kebebasan finansial agar seseorang tidak lagi bergantung penuh pada pekerjaan kantoran sejak usia muda.
Dilansir dari Mutual of Omaha, konsep FIRE mulai populer sejak terbitnya buku Your Money or Your Life karya Vicki Robin dan Joe Dominguez pada 1992. Gerakan ini berkembang pesat di Amerika Serikat sebelum akhirnya menyebar ke berbagai negara seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.
Inti dari FIRE bukan sekadar “malas bekerja”, tetapi memiliki cukup aset dan passive income agar seseorang bebas memilih hidupnya sendiri tanpa tekanan finansial.
Orang-orang dalam komunitas FIRE biasanya menjalani pola hidup yang cukup ekstrem dibanding kebanyakan orang. Mereka menabung dan menginvestasikan sekitar 50–75% penghasilan setiap bulan, hidup lebih hemat, mengurangi gaya hidup konsumtif, dan fokus membangun aset seperti saham, reksa dana indeks, properti, atau bisnis digital.
Dalam konsep FIRE juga ada aturan populer bernama “4% Rule”, yaitu seseorang dianggap bisa pensiun jika memiliki aset sekitar 25 kali total pengeluaran tahunannya.
Fenomena pensiun dini dan kebebasan finansial ternyata mulai ramai juga di Indonesia.
Dilansir dari Bank DBS Indonesia, semakin banyak anak muda mulai memikirkan masa pensiun sejak usia muda karena perubahan gaya hidup dan kekhawatiran soal masa depan finansial. DBS bahkan meluncurkan kampanye “Pensiun Gak Susah” pada 2026 untuk mendorong masyarakat mempersiapkan dana pensiun lebih awal.
Menurut data yang dikutip DBS dari BPS, lebih dari 14% penduduk Indonesia diperkirakan berusia di atas 60 tahun pada 2035, dan jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 63 juta jiwa pada 2045. Karena itu, banyak generasi muda mulai tertarik dengan konsep FIRE (Financial Independence, Retire Early) agar tidak harus bekerja sampai usia tua tanpa kesiapan finansial.
DBS juga menyebut banyak Gen Z dan milenial sebenarnya belum siap menghadapi masa pensiun. Dalam riset “Ageing Society 2025”, sekitar 19% responden Gen Z Asia Tenggara mengaku belum berkomitmen menabung untuk masa tua. Hal ini membuat edukasi soal investasi, dana pensiun, dan passive income mulai semakin populer di kalangan anak muda Indonesia.
Meski terlihat menarik di media sosial, banyak orang mengingatkan bahwa FIRE bukan sesuatu yang mudah dicapai. Gaji yang tidak stabil, biaya hidup yang terus naik, hingga harga rumah yang mahal membuat konsep pensiun sebelum umur 40 terasa sulit bagi sebagian besar orang Indonesia. Banyak pengguna media sosial mengatakan FIRE lebih realistis untuk orang dengan penghasilan tinggi atau mereka yang punya multiple income.
Namun bagi banyak Gen Z sekarang, tujuan utama FIRE ternyata bukan sekadar berhenti kerja muda. Yang mereka cari sebenarnya adalah kebebasan untuk memilih hidup tanpa terus-menerus terjebak dalam tekanan finansial dan rutinitas kerja yang melelahkan. Karena bagi sebagian anak muda, sukses bukan lagi soal bekerja sampai tua, tapi tentang punya cukup waktu, uang, dan kendali atas hidupnya sendiri.

