Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Persatuan Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah
  • Mengapa Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bisa Menjadi Salah Satu Terhebat Dalam Sejarah?
  • Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia
  • 4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern
  • Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir
  • Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?
  • Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia
  • TP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Sepakbola»Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia

Spanyol vs Argentina: Duel Juara Benua Penentu Raja Dunia

Sepakbola Deba Salamah19 Juli 2026 / 08:00 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol. (AI/Tutur)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

New Jersey (Tutur.co.id) – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan laga impian antara Spanyol vsĀ  Argentina di MetLife Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, dua juara benua bertemu di partai puncak untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.

Spanyol datang sebagai kampiun Euro 2024 dan bertekad mengangkat trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka. Sementara itu, Argentina mengusung ambisi mempertahankan gelar sekaligus mencetak sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun.

Bursa prediksi memang lebih banyak mengunggulkan Spanyol. Namun, perjalanan Argentina sepanjang fase gugur kembali membuktikan mengapa mereka masih menyandang status juara bertahan.

Spanyol Tampil Nyaris Sempurna Berkat Pertahanan Kokoh

Banyak sorotan tertuju kepada Lamine Yamal, wonderkid berusia 19 tahun yang menjadi salah satu ikon Piala Dunia 2026. Meski kontribusinya baru berupa satu gol dan satu penalti yang berhasil ia ciptakan, kekuatan terbesar Spanyol justru terletak pada organisasi pertahanan yang luar biasa solid.

Tim asuhan Luis de la Fuente tampil nyaris tanpa cela sepanjang turnamen. Sebelum akhirnya kebobolan oleh Belgia, Spanyol sempat mencatat 649 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia 2026. Bahkan gol Charles De Ketelaere pada babak sebelumnya tidak menghalangi langkah mereka karena Mikel Merino kembali menjadi penentu kemenangan di menit-menit akhir.

Pada semifinal melawan Prancis, La Roja kembali menunjukkan kualitas sesungguhnya. Penalti tenang dari Mikel Oyarzabal dan gol indah Pedro Porro memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengantar Spanyol ke partai final.

Keberhasilan itu bukan sekadar soal mencetak gol. Spanyol benar-benar mematikan lini serang Prancis yang dipimpin Kylian Mbappe, membatasi Les Bleus hanya menghasilkan Expected Goals (xG) sebesar 0,31. Menariknya, angka tersebut juga menjadi rata-rata xG yang mampu diciptakan seluruh lawan Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026.

Setelah sempat kesulitan pada laga pembuka melawan Tanjung Verde, Spanyol kini mencatat enam kemenangan beruntun serta membukukan enam clean sheet, rekor terbaik dalam satu edisi Piala Dunia putra.

Lebih impresif lagi, La Roja belum terkalahkan dalam 37 pertandingan internasional secara beruntun sejak kalah dari Kolombia pada Maret 2024. Jika berhasil mengalahkan Argentina di final, Spanyol akan mencatat rekor baru sebagai tim nasional putra dengan rangkaian pertandingan tanpa kekalahan terpanjang dalam sejarah sepak bola internasional.

Baca Juga  Arsenal Waspadai Kebangkitan Setan Merah

Argentina Mengejar Sejarah Baru

Jika Spanyol mengandalkan pertahanan disiplin, maka Argentina datang dengan filosofi menyerang yang sangat efektif.

Pasukan Lionel Scaloni memang belum sekuat Spanyol dalam menjaga lini belakang. Mereka bahkan telah menjalani lima pertandingan beruntun tanpa clean sheet. Namun, produktivitas lini depan menjadi senjata utama yang terus membawa Albiceleste melaju.

Pada semifinal menghadapi Inggris, Argentina sempat tertinggal lebih dahulu melalui Anthony Gordon. Namun seperti yang sudah berulang kali terjadi sepanjang turnamen, mental juara kembali berbicara.

Lionel Messi menjadi arsitek kebangkitan dengan dua assist yang dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengantar Argentina menuju final Piala Dunia ketujuh dalam sejarah mereka.

Sepanjang turnamen ini, Argentina telah mencetak 19 gol, jumlah terbanyak di antara seluruh peserta sekaligus menjadi rekor baru mereka dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, torehan terbaik Argentina adalah 18 gol pada edisi perdana tahun 1930.

Keberhasilan mempertahankan gelar akan membuat Argentina menyamai pencapaian legendaris Italia (1938) dan Brasil (1962) sebagai negara yang sukses menjuarai Piala Dunia secara beruntun.

Lebih dari itu, kemenangan di final juga akan mengukuhkan Argentina sebagai negara pertama yang mampu menjuarai empat turnamen besar secara berturut-turut, setelah sukses menjuarai Copa America 2021, Piala Dunia 2022, Copa America 2024, dan berpeluang menambah Piala Dunia 2026.

Duel Pertahanan Terbaik Melawan Lini Serang Paling Tajam

Final ini mempertemukan dua filosofi sepak bola yang sangat kontras.

Spanyol memiliki pertahanan terbaik di turnamen dengan organisasi permainan yang rapi, pressing disiplin, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan.

Sebaliknya, Argentina menjadi tim paling produktif di Piala Dunia 2026. Mereka selalu mencetak minimal dua gol dalam setiap pertandingan dan mampu membalikkan keadaan ketika berada di bawah tekanan.

Pertarungan antara lini belakang Spanyol dan duet Lionel Messi-Julian Alvarez diprediksi menjadi penentu hasil akhir laga.

Meski begitu, rekor pertemuan sedikit lebih berpihak kepada Spanyol. Dalam empat pertemuan terakhir sejak tahun 2000, La Roja memenangkan tiga di antaranya, termasuk kemenangan telak 6-1 pada laga persahabatan tahun 2018.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Kabar baik datang dari kubu Spanyol. Lamine Yamal sempat terlihat mengenakan perban di kaki kirinya saat latihan, tetapi kondisi tersebut tidak dianggap serius. Begitu pula dengan Pedro Porro yang hanya mengalami kelelahan otot sehingga diistirahatkan sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga  DPR Apresiasi Stop PHK dari Kabar Tak Sedap Mie Sedaap

Luis de la Fuente diperkirakan kembali menurunkan susunan pemain terbaiknya tanpa perubahan berarti. Hal itu membuat Pedri kemungkinan kembali memulai pertandingan dari bangku cadangan, sementara duet Rodri dan Fabian Ruiz tetap menjadi motor permainan di lini tengah.

Di kubu Argentina, kondisi skuad juga sangat ideal. Cristian Romero dan Leandro Paredes telah pulih dari kram yang sempat dialami usai perempat final sehingga Lionel Scaloni memiliki seluruh 26 pemain dalam kondisi siap tampil.

Beberapa perubahan kemungkinan terjadi di sektor sayap. Rodrigo De Paul diprediksi kembali menjadi starter menggantikan Giuliano Simeone, sedangkan Gonzalo Montiel berpeluang mengisi posisi bek kanan setelah Nahuel Molina kesulitan menghadapi Inggris di semifinal.

Sementara itu, meski mencetak gol kemenangan atas Inggris, Lautaro Martinez diperkirakan kembali memulai laga dari bangku cadangan. Lionel Scaloni diyakini tetap mempercayakan lini depan kepada duet Lionel Messi dan Julian Alvarez.

Prediksi Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1):
Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Argentina (4-4-2):
Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina

Final Piala Dunia 2026 diperkirakan berlangsung sangat ketat. Argentina memiliki mental juara dan produktivitas gol terbaik sepanjang turnamen, tetapi mereka belum menghadapi tim dengan organisasi pertahanan sebaik Spanyol.

Sebaliknya, La Roja tampil sangat disiplin, jarang memberi ruang kepada lawan, dan mampu meredam penyerang kelas dunia seperti Kylian Mbappe tanpa kesulitan berarti. Apabila Spanyol mampu mempertahankan struktur permainan mereka dan tidak melakukan kesalahan seperti yang dilakukan Inggris di semifinal, peluang mengangkat trofi akan terbuka sangat lebar.

Pertahanan yang kokoh, keseimbangan permainan, serta konsistensi sepanjang turnamen menjadi alasan utama mengapa Spanyol lebih diunggulkan untuk mengalahkan juara bertahan. Jika prediksi tersebut menjadi kenyataan, La Roja akan membawa pulang trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah sekaligus mengakhiri dominasi Argentina di panggung sepak bola dunia.

Prediksi skor: Spanyol 2-1 Argentina.

Argentina Final Final Piala Dunia 2026 headline Lamine Yamal Lionel Messi Piala Dunia 2026 Spanyol Spanyol vs Argentina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTP PKK NTT Gandeng IAI Sambut KKN Tematik UGM, Perkuat Edukasi Penggunaan Obat hingga Tingkat Desa
Next Article Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?

Berita Lainnya

Persatuan Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah

19 Juli 2026 / 12:16 WIB

Mengapa Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bisa Menjadi Salah Satu Terhebat Dalam Sejarah?

19 Juli 2026 / 12:00 WIB

Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia

19 Juli 2026 / 11:00 WIB

4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern

19 Juli 2026 / 10:28 WIB

Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir

19 Juli 2026 / 10:08 WIB

Jika Messi Juara Lagi, Masih Adakah Alasan Menyebut Ronaldo sebagai GOAT?

19 Juli 2026 / 09:30 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Ekonomi Sirkular Bertemu Digitalisasi, BNI Optimalkan Peran Agen46

Galuh Parantri17 Februari 2026 / 16:02 WIB

Persatuan Wartawan Kecam Pernyataan Hotman Paris Saat Bela Febrie Adriansyah

19 Juli 2026 / 12:16 WIB

Mengapa Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bisa Menjadi Salah Satu Terhebat Dalam Sejarah?

19 Juli 2026 / 12:00 WIB

Semua Pulang Bahagia! Inggris Genggam Medali, Prancis Bawa Rekor Dunia

19 Juli 2026 / 11:00 WIB

4 Pelajaran Investasi Warren Buffett yang Masih Relevan di Era Modern

19 Juli 2026 / 10:28 WIB

Inggris Mengamuk 6 Gol Saat Mimpi Juara Dunia Sudah Berakhir

19 Juli 2026 / 10:08 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.