Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Wakil Kepala BGN Desak Bupati Purwakarta Perhatikan Nasib Pekerja Karamba Jaring Apung

Wakil Kepala BGN Desak Bupati Purwakarta Perhatikan Nasib Pekerja Karamba Jaring Apung

Daerah Toto Pribadi15 Februari 2026 / 22:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Purwakarta (Tutur.co.id) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin untuk mengubah nasib para pekerja karamba jaring apung di Waduk Cirata.

Menurut Nanik, mereka harus kembali menjadi pemilik dan pengusaha karamba jaring apung lagi. Dan hasil budi daya ikan dalam karamba jaring apung mereka akan ditampung di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Waduk ini punya negara, maka kembalikanlah orang-orang yang sekarang ini hanya menjadi pekerja karamba ini menjadi pemilik, pemilik tempat ini,” kata Nanik saat berkunjung ke salah satu rumah karamba jaring apung yang dihuni Asep dan keluarganya, di tengah-tengah perairan Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Provinnsi Jawa Barat, awal pekan ini.

Bertani ikan di karamba jaring apung di perairan seperti di Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur memang tidak mudah. Petani ikan harus mempersiapkan modal sekitar 20 hingga 30 juta saat memulai musim tanam ikan. Sebagian besar modal digunakan untuk membeli pakan ikan yang harganya fluktuatif. Panen mereka rata-rata 3 bulan hingga 6 bulan sekali.

“Sekarang harga jual dengan harga pakan itu, mahal, Bu beda jauh. Jadi ada ketimpangan di situ,” kata Asep, seorang pekerja karamba.

Faktor alam juga bisa menjadi kendala. Pada saat musim angin dan terjadi upwelling, atau pembalikan air pada saat pergantian musim, sisa-sisa pakan dari dasar danau yang terutama mengandung Sulfur Oksida (SO2) akan terangkat naik, dan dapat meracuni ikan di dalam karamba jaring apung yang tidak bisa lari. “Kalau ada balikan air seperti itu, ikan-ikan mati semua, dan kami rugi,” kata Asep.

Pertengahan 2025 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Povinsi Jawa Barat mencatat bahwa di perairan Waduk Cirata terdapat 86.437 karamba jaring apung. Jumlah karamba jaring apung itu dinilai melebihi daya dukung waduk, sehingga menyebabkan pencemaran akibat pakan ikan yang masuk ke perairan. Menurut mereka, jumlah karamba jaring apung yang sesuai daya dukung waduk sebanyak 21.792 buah.

Baca Juga  UNAIR Salurkan 10.000 Paket Berkah Ramadan untuk Masyarakat Jawa Timur, Jangkau 18 Kabupaten dan Kota

Menurut Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin, semula karamba jaring apung itu dimiliki warga setempat. Namun, ketika usaha mereka merugi karena kematian ikan secara massal, harga pakan mahal, dan kekurangan modal, mereka lalu menjual karamba jaring apung mereka kepada para tauke pemilik modal. “Setelah dijual, mereka yang semula memiliki karamba ini, kemudian menjadi kulinya,” kata Abang Ijo.

Mendengar penjelasan Wakil Bupati tentang nasib para petani ikan itu, Nanik tampak sedih. Sebab semula ia mengira, para petani ikan yang sedang asyik bekerja memberi makan ikan di karamba-karamba jaring apung di perairan Waduk Cirata itu adalah pemilik karamba. “Sedih juga kalau gini… saya kira punya dia… ternyata pekerja,” kata Wakil Kepala BGN, yang juga merangkap sebagai Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasa Kemiskinan (BP Taskin) itu.

Nanik sangat berharap, para pekerja karamba yang semula memiliki karamba-karamba jaring apung itu bisa bangkit kembali, dan menjadi pengusaha perikanan lagi. Dia lalu menyarankan agar Wakil Bupati membantu menghubungkan mereka dengan Bank Himbara, agar mendapat pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Bank pemerintah itu boleh menyediakan KUR yang (bunganya) murah banget, ya. Supaya mereka ini didaftar, Pak… yang nggak punya mana yang punya mana… Pak Wabup hebat nih kalau bisa mengembalikan mereka menjadi pemilik lagi, menjadi pengusaha lah,” ujarnya.

Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu pun menegaskan bahwa hasil panen ikan para petani karamba jaring apung itu bisa dipasok ke dapur-dapur SPPG.

Saat ditanya Nanik soal program MBG, Asep mengaku kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar sudah menerima MBG di sekolah mereka. Gara-gara ada MBG mereka pun jadi rajin sekolah. “Jadi di sini (program MBG) memotivasi anak-anak. Kalau nggak sekolah, (mereka) nggak dapat MBG. Jadi mereka semangat sekolah karena MBG,” kata mantan wartawan senior itu.

Baca Juga  MBG TV Resmi Meluncur, Upaya Tangkal Serangan Beruntun?

Sebelum meninggalkan rumah Asep, Nanik sempat memotivasi lelaki kurus berkulit coklat tembaga itu. “Pak semangat ya, Bapak nih ambil alih lagi punya sendiri, Nggak terus jadi pekerja musti harus jadi bos. Menjadi bosnya sendiri lagi,” ujarnya.

BGN nelayan purwakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Menkeu Purbaya Sebut Strategi Fiskal Ekspansif Dorong “Indonesia Emas”
Next Article Harga Emas Antam Diproyeksi Fluktuatif, Analis Bidik Support Rp2,92 Juta per Gram

Berita Lainnya

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Skema Ketat di Balik Solar Murah Kapal 30-200 GT

17 Juli 2026 / 15:34 WIB

Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG

16 Juli 2026 / 22:51 WIB

Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG

16 Juli 2026 / 22:48 WIB

BGN Evaluasi Pelaksanaan Program MBG, Kaji Pelibatan Kantin Sekolah

16 Juli 2026 / 22:00 WIB

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

15 Juli 2026 / 02:08 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Alasan Polri Limpahkan 3 Perkara yang Menjerat Febrie ke Kejagung

Ahmad Nuryaman11 Juli 2026 / 21:30 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.