Jakarta (tutur.co.id) – Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mengkaji kemungkinan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh tata kelola program berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengeksplorasi berbagai alternatif skema guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi MBG. Ia menekankan pentingnya memastikan program tetap menjangkau sasaran dengan mengutamakan keamanan pangan, kualitas gizi, dan tata kelola yang baik.
“Berbagai skema terus kami kaji agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, efisien, dan mampu menjangkau penerima manfaat dengan tetap mengutamakan standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola yang baik,” ujar Agustina usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, dikutip dari siaran persnya Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Agustina, wacana pelibatan kantin sekolah saat ini masih dalam proses kajian bersama kementerian dan lembaga terkait. Aspek yang diteliti meliputi kesiapan sarana dan prasarana, kapasitas pengelola, standar higiene dan sanitasi, hingga sistem pengawasan agar pelaksanaan sesuai aturan.
BGN menegaskan bahwa seluruh pengembangan skema MBG akan diterapkan secara bertahap dengan pendekatan berbasis kajian dan mengutamakan kehati-hatian. Keputusan akhir tetap mempertimbangkan efektivitas program dan kepentingan terbaik bagi peserta didik.
Melalui evaluasi komprehensif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, BGN berharap MBG dapat bertransformasi menjadi program yang adaptif, berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan gizi generasi muda Indonesia.

