Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Januari 2026 mencatat defisit sebesar Rp54,6 triliun atau setara 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dalam paparannya, pendapatan negara pada Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun atau sekitar 9,5 persen dari target tahunan. Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat Rp227,3 triliun atau 25,7 persen dari pagu anggaran.
Selain itu, keseimbangan primer juga mengalami defisit sebesar Rp4,2 triliun. Pemerintah, kata Purbaya, terus menjaga stabilitas fiskal agar APBN tetap berfungsi optimal sebagai instrumen penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga kepercayaan pasar di tengah dinamika global.
