Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Makro»APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Pendapatan Tumbuh, Pajak Melonjak, Aman?

APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun, Pendapatan Tumbuh, Pajak Melonjak, Aman?

Makro Gusti Tetiro23 Februari 2026 / 13:19 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan) dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) berbincang sebelum menyampaikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Januari 2026 namun masih dalam koridor desain APBN 2026. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YU
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat melebar menjadi Rp54,6 triliun per 31 Januari 2026. Meski demikian, pemerintah menegaskan posisi fiskal tetap terkendali dan sesuai desain awal APBN tahun berjalan.

Berdasarkan paparan Kementerian Keuangan, realisasi pendapatan negara mencapai Rp172,7 triliun, sedangkan belanja negara menembus Rp227,3 triliun. Secara rasio terhadap produk domestik bruto (PDB), defisit tercatat sebesar 0,21 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN 2026 tetap berfungsi sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi nasional.

“Dengan dinamika yang terjadi, defisit tercatat Rp54,6 triliun atau 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Februari 2026 di kantor Kementerian Keuangan, Senin (23/2/2026).

 

Pendapatan Tumbuh, Pajak Melonjak

Realisasi pendapatan negara sebesar Rp172,7 triliun terdiri atas penerimaan perpajakan Rp138,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp33,9 triliun.

Secara rinci, penerimaan perpajakan meliputi penerimaan pajak Rp116,2 triliun dan kepabeanan serta cukai Rp22,6 triliun. Pendapatan negara tumbuh 9,5 persen secara tahunan, dengan penerimaan pajak melonjak 30,7 persen (year on year).

Namun, kinerja kepabeanan dan cukai tercatat terkontraksi 14 persen. Pemerintah menilai lonjakan penerimaan pajak mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus peningkatan efisiensi pengumpulan pajak.

“Pertumbuhan pajak di Januari tumbuh 30,7 persen, ini artinya ada perbaikan ekonomi dan perbaikan efisiensi pengumpulan pajak,” tutur Purbaya.

 

Belanja Tumbuh 25,7 Persen

Dari sisi belanja, realisasi mencapai Rp227,3 triliun atau tumbuh 25,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp131,9 triliun dan transfer ke daerah Rp95,3 triliun.

Baca Juga  Pelaku Penembakan Acara Gedung Putih Ternyata Seorang Guru

Belanja pemerintah pusat terbagi menjadi belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp55,8 triliun dan belanja non-K/L Rp76,1 triliun.

Menurut Purbaya, akselerasi belanja sejak awal tahun diarahkan untuk mendukung program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026.

 

Pembiayaan dan Keseimbangan Primer

Untuk menutup defisit, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp105,1 triliun hingga akhir Januari 2026. Sementara itu, keseimbangan primer tercatat defisit Rp4,2 triliun.

“Keseimbangan primer mengalami defisit Rp4,2 triliun. Ini menunjukkan posisi fiskal yang tetap terkelola secara prudent. Pembiayaan dilakukan secara terukur dan antisipatif untuk menjaga likuiditas serta stabilitas pasar keuangan,” kata Purbaya.

Dengan kombinasi pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, serta defisit yang masih dalam batas aman, pemerintah optimistis APBN 2026 tetap menjadi instrumen utama menjaga stabilitas dan menopang pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini.

APBN 2026 Defisit APBN Januari 2026 headline Pendapatan dan belanja negara purbaya yudhi sadewa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMotorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia, Langsung Trending?
Next Article Video: Realisasi APBN Awal 2026: Pendapatan Rp172,7 T, Belanja Rp227,3 T

Berita Lainnya

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Febrie Tak Ditahan Usai Diperiksa, Hotman: 18 Pertanyaan Terjawab

17 Juli 2026 / 22:42 WIB

Alasan Polri Tetapkan Febrie Tersangka Meski Belum Diperiksa

17 Juli 2026 / 21:26 WIB

Gunakan Rompi Pink, Don Ritto Ditahan Kejagung Kasus Dugaan TPPU

17 Juli 2026 / 20:09 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Global 2026 Jadi 2,6%

Gusti Tetiro15 Januari 2026 / 07:00 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah

18 Juli 2026 / 13:07 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.