Jakarta (tutur.co.id) – Pengungkapan clandestine laboratory vape narkotika jaringan internasional bermula dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti Tim Gabungan BNN dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Petugas mencurigai seorang WNA yang membawa koper berisi ribuan cartridge vape kosong menuju sebuah apartemen elite di Jakarta Selatan.
Di dalam unit apartemen, petugas menemukan hampir lima liter cairan bening yang mengandung etomidate, zat berbahaya yang bekerja langsung pada sistem saraf pusat. Dua WNA berinisial TK dan MK mengaku bertugas mencampur cairan narkotika dan mengisinya ke dalam cartridge vape. BNN menilai temuan ini menunjukkan Indonesia tidak hanya dijadikan pasar, tetapi juga lokasi produksi narkotika oleh jaringan internasional.
