Jakarta (tutur.co.id) – Presiden Komisaris BCA, Jahja Setiatmadja, mengungkapkan bahwa emas menjadi salah satu instrumen investasi dalam portofolionya. Namun, ia mengaku lebih memilih memanfaatkan layanan bullion atau bank emas yang dikelola lembaga berizin dibanding menyimpan emas batangan dalam jumlah besar di rumah karena mempertimbangkan faktor keamanan.
Dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026, Jahja menyebut investasi emas kini semakin praktis melalui layanan emas digital. Saat moderator Andi F. Noya menyinggung temuan 74 kilogram emas di kediaman mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, Jahja menanggapinya dengan nada bercanda. Menurutnya, menyimpan emas dalam jumlah besar di rumah bukan tindakan yang salah, tetapi kurang bijak dari sisi keamanan.
