Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Industri»Usai Tekanan Berat 2025, Manajemen Garuda Indonesia Janjikan Kebangkitan Bisnis Tahun Ini

Usai Tekanan Berat 2025, Manajemen Garuda Indonesia Janjikan Kebangkitan Bisnis Tahun Ini

Industri Gusti Tetiro22 Maret 2026 / 14:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: skyteam.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menargetkan tahun 2026 sebagai titik balik kinerja perusahaan setelah melalui tekanan operasional dan keuangan sepanjang 2025. Maskapai pelat merah ini mulai menapaki fase turnaround dengan mengandalkan transformasi bisnis, penguatan modal, serta pemulihan kapasitas armada secara bertahap.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menegaskan bahwa langkah transformasi tengah dijalankan secara konsisten guna memperbaiki fundamental perusahaan.

“Melalui eksekusi transformasi yang konsisten, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar US$3,22 miliar, turun 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar US$319,39 juta, dipengaruhi fluktuasi nilai tukar serta meningkatnya biaya tetap, khususnya dari program pemulihan armada.

Tekanan kinerja tersebut juga tidak lepas dari keterbatasan jumlah pesawat yang dapat dioperasikan. Pada semester I 2025, banyak armada yang masih menjalani perawatan, sehingga membatasi kapasitas produksi. Namun, kondisi mulai membaik pada paruh kedua tahun, dengan jumlah pesawat siap operasi meningkat menjadi 99 unit pada akhir 2025, dari sebelumnya sekitar 84 unit di pertengahan tahun.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Garuda Indonesia tetap melayani 21,2 juta penumpang sepanjang 2025. Penurunan jumlah penumpang sebesar 10,5% turut dipengaruhi oleh penurunan passenger yield, pelemahan rupiah, serta gangguan rantai pasok industri aviasi global.

Memasuki 2026, perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas yang lebih agresif. Secara grup, jumlah armada ditargetkan mencapai sedikitnya 118 pesawat pada akhir tahun, terdiri dari 68 armada Garuda Indonesia dan 50 armada Citilink yang siap beroperasi.

Upaya ini didukung percepatan program perawatan besar (heavy maintenance) pada armada seperti Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, serta Airbus A330. Selain itu, overhaul komponen penting seperti mesin, APU, dan landing gear juga dilakukan untuk menjaga keandalan operasional.

Baca Juga  Perampingan BUMN Berpotensi Hemat Rp 50 Triliun per Tahun Tanpa PHK

Dari sisi keuangan, tanda pemulihan mulai terlihat. Garuda Indonesia berhasil mencatatkan ekuitas positif sebesar US$91,9 juta pada akhir 2025, berbalik dari posisi negatif US$1,35 miliar pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh dukungan pendanaan dari Danantara Indonesia melalui skema shareholder loan dan capital injection senilai total Rp23,7 triliun.

Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk penguatan anak usaha Citilink, sementara sisanya digunakan untuk perawatan dan reaktivasi armada Garuda Indonesia.

Likuiditas perusahaan juga mengalami peningkatan signifikan, dengan kas dan setara kas mencapai US$943,4 juta pada akhir 2025—melonjak dari US$219,1 juta pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung agenda transformasi.

Dalam fase pemulihan ini, manajemen baru turut memperkuat arah strategis perusahaan. Selain Glenny, jajaran direksi diperkuat oleh Thomas Oentoro serta kombinasi talenta internal dan profesional global.

Garuda Indonesia kini menjalankan 11 inisiatif strategis, mulai dari optimalisasi rute, peningkatan kapasitas armada, transformasi digital, hingga penguatan bisnis kargo dan peningkatan pengalaman pelanggan. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mendorong efisiensi, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika industri penerbangan global.

Dengan fondasi yang mulai membaik, tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi Garuda Indonesia untuk benar-benar lepas landas dari tekanan dan kembali menapaki jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.

Garuda Indonesia 2026 kinerja Garuda 2025 restrukturisasi Garuda turnaround GIAA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Puluhan Ribu Umat Muslim di Iran Salat Id diTengah Serangan AS-Israel
Next Article Video: Pemerintah Jelaskan Skema WFH: Tidak Semua Pekerjaan Bisa Kerja dari Rumah

Berita Lainnya

Kemenperin Cetak 2.369 Lulusan Vokasi Industri, Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63,7%

17 Juli 2026 / 10:54 WIB

IHSG Diproyeksikan Lanjut Menguat, Phintraco Rekomendasikan BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR

17 Juli 2026 / 08:21 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.130, ANTM, ARTO, dan ARCI Jadi Rekomendasi BRI Danareksa

17 Juli 2026 / 07:58 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

Pelindo dan Arab Saudi Jajaki Kerja Sama Pelabuhan, Bahas Investasi hingga Pelayaran Langsung

16 Juli 2026 / 15:37 WIB
Form Komentar Cancel Reply

BRIN Siap Gabung BGSI Kemenkes, Perkuat Riset Genomika dan Surveilans Penyakit di Indonesia

Gusti Tetiro12 Februari 2026 / 14:37 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.