Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
  • Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026
  • Mencari Akhir yang Manis
  • Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar
  • Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026
  • Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026
  • Prancis vs Inggris: Pertandingan yang Tidak Diinginkan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»BRIN Siap Gabung BGSI Kemenkes, Perkuat Riset Genomika dan Surveilans Penyakit di Indonesia

BRIN Siap Gabung BGSI Kemenkes, Perkuat Riset Genomika dan Surveilans Penyakit di Indonesia

Nasional Gusti Tetiro12 Februari 2026 / 14:37 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (kanan), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri), dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (tengah) dalam seminar di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kesiapan bergabung dalam ekosistem Biomedical Genome Science Initiative (BGSI) yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat riset genomika nasional guna mendukung layanan kesehatan yang lebih presisi dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan lembaganya memiliki infrastruktur riset yang memadai di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk mendukung pengembangan riset genomika dalam kerangka BGSI.

“Pada prinsipnya, sekali lagi BRIN ingin membangun sinergi dalam ekosistem BGSI ini. Tentu kami mohon arahan Pak Menkes terkait arah riset kesehatan ke depan,” ujar Arif dalam seminar di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (12/02/2026).

 

Didukung Fasilitas Genomika Berstandar Tinggi

Arif memaparkan, BRIN memiliki lima mesin genome sequencing, high-performance computer (HPC), laboratorium good manufacturing practice (GMP) vaksin, laboratorium biosafety level-3 (BSL-3), hingga laboratorium Cryo-EM yang diklaim sebagai salah satu yang tercanggih di Asia Tenggara.

Menurut dia, fasilitas tersebut terbuka bagi kolaborasi lintas institusi, termasuk peneliti Kemenkes, perguruan tinggi, hingga mahasiswa.

“Kita open platform, terbuka untuk profesor, mahasiswa, periset, dan peneliti Kemenkes untuk terlibat dalam riset-riset kita,” katanya.

Untuk menopang proyek riset, BRIN juga mengembangkan Indonesia Nucleotide Archive (Inna), yakni repositori sekuens nukleotida dengan metadata berstandar global yang terintegrasi dengan infrastruktur penyimpanan BRIN.

 

Fokus Surveilans Genomik dan Biomarker

Dalam ekosistem BGSI, BRIN akan berperan sebagai pengembang genomic surveillance untuk penyakit infeksi emerging dan re-emerging, seperti influenza, virus nipah, tuberkulosis, serta resistensi antimikroba (AMR).

Selain itu, BRIN juga mendorong pengembangan riset biomarker berbasis karakteristik genetik populasi Indonesia untuk memprediksi potensi penyakit di masa depan.

Baca Juga  Momen Megawati Bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Ngobrol Apa?

“Kalau kita mampu memprediksi penyakit-penyakit masa depan, itu akan sangat baik. Dan tentu kita harus mengacu pada pendekatan One Health, karena sumber penyakit masa depan banyak terkait zoonosis,” ujar Arif.

Pendekatan One Health menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam mencegah serta mengendalikan penyakit.

 

Pemerintah Bentuk Konsorsium Riset

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan pemerintah akan membentuk konsorsium riset untuk memperkuat implementasi BGSI, khususnya dalam menangani penyakit yang kompleks dan memerlukan pendekatan presisi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penguatan riset genomika menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan publik sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Budi, teknologi BGSI memungkinkan pemeriksaan kesehatan dan tindak lanjut medis yang lebih personal sesuai karakteristik genetik masing-masing individu.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mempercepat transformasi sistem kesehatan berbasis data dan teknologi genomik di Indonesia.

BRIN BGSI Kemenkes Genomic surveillance penyakit Indonesia Emas 2045 kesehatan Riset genomika Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVideo: Bantah Isu Lobi Tambang Martabe, Menteri ESDM: Enggak Ada!
Next Article Pemerintah Terbitkan Stimulus Transportasi dan Bantuan Pangan, Wajib Tahu

Berita Lainnya

Berikut daftar 8 lokasi Samsat Keliling di Wilayah Jabodetabek 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 09:19 WIB

Ini Lokasi SIM Keliling Jakarta Akhir Pekan 18 Juli 2026

18 Juli 2026 / 08:57 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Kabar Baik! Bansos BPNT Triwulan III 2026 Mulai Cair Rp 600.000, Cek Syarat dan Penerimanya

17 Juli 2026 / 13:08 WIB

Dua Kali Disambut Sri Sultan di Yogyakarta, Menkeu Purbaya Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inovasi Hijau

17 Juli 2026 / 13:01 WIB

Jangan Terlambat! Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta 17 Juli 2026

17 Juli 2026 / 07:41 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Momen Presiden Prabowo Salat Iduladha di Negeri Orang

Toto Pribadi27 Mei 2026 / 17:53 WIB

BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal

18 Juli 2026 / 12:45 WIB

Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli

18 Juli 2026 / 11:50 WIB

Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional Lewat AIcosystem di InnoVibes 2026

18 Juli 2026 / 11:20 WIB

Mencari Akhir yang Manis

18 Juli 2026 / 11:00 WIB

Beberkan Kejanggalan Kasus Febrie, Hotman: Ada Sesuatu yang Dikejar

18 Juli 2026 / 10:03 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.