Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan peluang menguji level 6.130. Sentimen positif datang dari masih solidnya data ekonomi Amerika Serikat (AS), meski pelaku pasar tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan support di kisaran 6.050–6.000 dan resistance pada 6.130–6.150.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Selama bertahan di atas level 6.100, momentum bullish masih terjaga, meski potensi aksi ambil untung menjelang akhir pekan tetap perlu diwaspadai,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya.
Investor juga akan mencermati data penjualan ritel (retail sales) Amerika Serikat yang tumbuh 0,2% secara bulanan (month-on-month/mtm) pada Juni, sesuai ekspektasi pasar. Data tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat AS masih cukup tangguh di tengah perlambatan ekonomi, sehingga memperkuat prospek perekonomian Negeri Paman Sam.
Selain itu, perhatian pasar masih tertuju pada dinamika geopolitik di Timur Tengah serta sikap The Fed yang diperkirakan tetap berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga di tengah proses penurunan inflasi.
Meski demikian, sentimen dari pasar global masih cenderung beragam. Bursa saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya, dengan Dow Jones turun 0,20%, S&P 500 terkoreksi 0,51%, dan Nasdaq merosot 1,47%. Tekanan juga datang dari penurunan harga emas dan sejumlah logam lainnya.
Dari dalam negeri, IHSG pada perdagangan Kamis (16/7/2026) berhasil ditutup menguat 66,24 poin atau 1,10% ke level 6.108. Penguatan tersebut didukung kembalinya investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,22 triliun, dengan pembelian terbesar berasal dari saham PKPK senilai Rp979,20 miliar melalui pasar negosiasi.
Reli indeks ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti MLPT yang melesat 19,98%, ASII naik 5,15%, TKIM menguat 8,93%, serta AMMN bertambah 4,26%. Saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI juga mencatatkan penguatan sehingga menopang pergerakan indeks.
Penguatan terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor material dasar naik 1,57%, energi 0,74%, keuangan 0,92%, infrastruktur 1,19%, teknologi 1,94%, dan properti 1,31%.
Adapun saham-saham dengan kenaikan tertinggi antara lain RONY yang melonjak 24,75% menjadi Rp1.235, AGAR naik 24,69% ke Rp404, dan MLPT melesat 19,98% ke Rp24.775. Sementara itu, KBLV menguat 27,06% menjadi Rp108 dan CTTH naik 26,61% ke Rp138, meski keduanya tidak ditutup pada level auto reject atas (ARA).
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham pilihan, yaitu:
ANTM dengan target harga Rp3.140–Rp3.230.
ARTO dengan target harga Rp1.340–Rp1.400.
ARCI dengan target harga Rp1.135–Rp1.185.

