Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi
  • IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA
  • Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam
  • Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG
  • Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG
  • Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!
  • BGN Evaluasi Pelaksanaan Program MBG, Kaji Pelibatan Kantin Sekolah
  • Diperiksa KPK 9 Jam, Bobby: Sudah Sampaikan Semua ke Penyidik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

Market Gusti Tetiro17 Juli 2026 / 05:24 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: Tutur/Suhodo)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan. Keputusan tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap ketahanan fundamental fiskal Indonesia.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan penegasan status investment grade menunjukkan disiplin fiskal Indonesia masih terjaga, terutama dengan komitmen pemerintah mempertahankan defisit APBN di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Penegasan peringkat investment grade oleh S&P memberikan keyakinan bahwa kondisi fundamental Indonesia masih cukup kuat. Namun, investor juga perlu melihat bahwa tantangan ke depan tidak hanya berasal dari kondisi fiskal, tetapi juga dari tekanan eksternal dan perlambatan permintaan domestik,” ujar Rully, Kamis (16/7/2026).

Meski demikian, Mirae Asset mengingatkan investor agar tidak hanya berfokus pada peringkat kredit. Menurut Rully, tantangan terbesar saat ini justru berasal dari perlambatan ekonomi yang dipicu tekanan eksternal, pelemahan konsumsi domestik, serta kondisi pasar keuangan global yang masih bergejolak.

Ia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6% dalam beberapa tahun ke depan sebagaimana diperkirakan S&P masih tergolong optimistis. Menurutnya, kenaikan suku bunga yang agresif, pelemahan nilai tukar rupiah, inflasi yang lebih tinggi, serta melambatnya permintaan domestik berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, ruang pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal diperkirakan tetap terbatas karena komitmen menjaga defisit APBN sesuai batas maksimal 3% dari PDB.

Berbeda dengan S&P yang mempertahankan outlook stabil, Rully mencatat Fitch Ratings dan Moody’s masih menempatkan Indonesia dalam outlook negatif karena mempertimbangkan ketidakpastian kebijakan serta risiko terhadap fiskal dan sektor eksternal.

Baca Juga  IHSG Masih Konsolidasi, Investor Bisa Melirik HMSP, GGRM, BBTN, UNVR, dan BRIS

Menghadapi kondisi tersebut, Mirae Asset tetap mengedepankan strategi investasi defensif dengan memilih emiten yang memiliki fundamental kuat, likuiditas sehat, dan mampu menjaga profitabilitas di tengah tingginya volatilitas pasar.

Rully merekomendasikan saham BBCA, EXCL, dan JPFA sebagai pilihan utama karena dinilai memiliki ketahanan bisnis yang relatif baik untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, Fixed Income Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa menilai pasar keuangan global masih dibayangi meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak Brent hingga sekitar US$83 per barel berpotensi meningkatkan biaya impor energi Indonesia, memperlebar defisit transaksi berjalan, serta mempertahankan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Menurut Jessica, lonjakan harga minyak juga dapat memicu kenaikan inflasi global sehingga memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga higher for longer, yang pada akhirnya menjaga volatilitas pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.

Meski demikian, ia menilai keputusan S&P mempertahankan peringkat investment grade Indonesia tetap menjadi katalis positif bagi pasar obligasi. Status tersebut diyakini dapat mendukung minat investor asing terhadap Surat Berharga Negara (SBN), terutama pada tenor pendek hingga menengah, selama tensi geopolitik tidak mengalami eskalasi signifikan.

BBCA headline investment grade Mirae Asset S&P
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

Berita Lainnya

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB

Diperiksa KPK 9 Jam, Bobby: Sudah Sampaikan Semua ke Penyidik

16 Juli 2026 / 20:06 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

Hong Kong Geser Singapura sebagai Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II-2026, Pertama dalam Satu Dekade

16 Juli 2026 / 16:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Idul Adha 2026 Ditetapkan 27 Mei: PBNU Ikuti Pemerintah, Hilal Terlihat di Tiga Lokasi

Toto Pribadi17 Mei 2026 / 19:35 WIB

Mirae Asset: Peringkat BBB S&P Jadi Sentimen Positif, Namun Risiko Ekonomi Masih Membayangi

17 Juli 2026 / 05:24 WIB

IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, MNC Sekuritas Rekomendasikan INCO, INDY, ISAT, dan OASA

17 Juli 2026 / 04:27 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG

16 Juli 2026 / 22:51 WIB

Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG

16 Juli 2026 / 22:48 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.