Kupang (tutur.co.id) – Kasus meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dokter Icha masih terus ditangani Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Update terbaru, saat ini telah diperiksa 32 saksi untuk membongkar dugaan intimidasi yang dilakukan tiga kader partai PDIP, Golkar dan PKB tersebut.
Menurut Dirreskrimum Polda NTT, Kombes Pol Sigit Haryono, puluhan saksi yang diperiksa tim gabungan (Joint Investigation) pada Senin 13 Juli 2026 kemarin berasal dari lingkungan RSUD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), RS Leona Kefamenanu serta dari pihak keluarga korban.
Masih menurut Sigit Haryono, setelah pemeriksaan puluhan saksi,Polda NTT juga akan memanggil saksi ahli dari berbagai bidang keilmuan guna memperkuat proses penyelidikan mulai dari ahli psikologi, forensik, krimilogi hingga hukum pidana.
“Para ahli ini yang bisa memberikan keterangan. Setelah itu, baru kita melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah peristiwa ini ada peristiwa pidana atau bukan,” tegas Kombes Pol Sigit Haryono.
Dan yang terpenting, lanjut Sigit, Polda NTT juga akan segera memanggil empat terlapor dalam kasus ini yakni kader PKB Norbertus Tubani (NT), Theresius Lazakar (TL) dari Golkar dan Veronika Lake (VL) dari PDIP. Plus seorang dokter hewan berinisial MMS yang merupakan istri dari NT.
“Minggu ini kita akan mengambil keterangan dari para terlapor,” kata Sigit Haryono.
Sebagai catatan tambahan, tiga partai besar tempat bernaungnya para terduga terlapor memang telah menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini. Bahkan Golkar dan PDI Perjuangan telah menonaktifkan kadernya.
Hanya PKB yang hingga saat ini belum terkonfirmasi melakukan langkah serupa (menonaktifkan kadernya). PKB hanya menjanjikan akan melakukan investigasi internal dan akan memberikan sanksi tegas jika kadernya terbukti bersalah.

