Jakarta (tutur.co.id)- Menguap sering kali dianggap sebagai tanda mengantuk. Namun, kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kurang tidur. Ada sebagian orang yang mengalami sering menguap meskipun tidak merasa lelah. Jika berlangsung cukup lama, kondisi ini bisa menimbulkan kekhawatiran, termasuk dugaan adanya gangguan lambung.
Menurut dr. Rianti Maharani, M.Si., FINEM, AIFO-K, menguap ternyata tidak selalu berkaitan dengan rasa kantuk. Secara fisiologis, menguap dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti kurangnya oksigen atau sirkulasi yang kurang optimal, stres atau kelelahan saraf, gangguan tidur ringan, hingga ketidakseimbangan sistem saraf otonom.
Salah satu faktor yang juga dapat berperan adalah gangguan lambung. Pada kondisi seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung naik, terjadi stimulasi pada saraf vagus yang menghubungkan lambung dan otak. Jika saraf ini terstimulasi secara terus-menerus akibat iritasi lambung, tubuh bisa memunculkan respons seperti sering menguap, dada terasa tidak nyaman, perut kembung, hingga napas terasa kurang lega.
“Jadi, menguap berulang tanpa rasa kantuk bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan lambung ringan atau stres pada sistem saraf,” jelas dr. Rianti.
Dukungan Herbal untuk Lambung dan Saraf
Sebagai pendukung, berikut dua ramuan tradisional yang dapat membantu menenangkan lambung sekaligus sistem saraf menurut dr. Rianti.
1. Ramuan rebusan (infusa ringan)
Komposisi:
Temulawak satu ruas jari
Jahe satu ruas ibu jari
Daun salam tiga lembar
Air 500 mL
Rebus selama 10–15 menit dan minum satu kali sehari setelah makan.
Temulawak membantu meredakan inflamasi lambung, jahe mendukung sirkulasi ringan, dan daun salam membantu proses pencernaan.
2. Wedang relaksasi saraf
Komposisi:
Jahe satu ruas
Serai satu batang
Kayu manis secukupnya
Air panas 250 mL
Seduh selama 10 menit dan minum pada sore atau malam hari untuk membantu menenangkan sistem saraf otonom.
Perbaikan Pola Makan dan Gaya Hidup
Selain herbal, perbaikan kebiasaan sehari-hari juga sangat penting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
– Menghindari makan terlalu malam
– Mengurangi konsumsi kopi berlebihan
– Membatasi makanan pedas dan berminyak
– Mengunyah makanan secara perlahan
– Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari
– Menjaga pola tidur yang teratur
Sering menguap terkadang menjadi sinyal bahwa tubuh sedang kurang tenang atau mengalami stres ringan.
Kapan Perlu Pemeriksaan Lebih Lanjut?
Anda harus segera melakukan evaluasi medis apabila keluhan tersebut disertai nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, sering pusing, atau gangguan tidur berat. Dalam beberapa kasus, menguap berlebihan juga dapat berkaitan dengan gangguan kecemasan atau kualitas tidur yang kurang optimal.
Sering menguap meskipun tidak merasa mengantuk dapat berkaitan dengan gangguan lambung, stres saraf, atau sirkulasi yang kurang optimal. Menurut dr. Rianti Maharani, pendekatan terbaik adalah memperbaiki pola makan dan waktu istirahat, serta menggunakan herbal sebagai pendukung, sambil tetap mempertimbangkan evaluasi medis bila keluhan menetap atau memburuk.

