Jakarta (tutur.co.id) – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, membeberkan manfaat dari program pemerintah ini. Menurut pensiunan polisi ini, program MBG dari pemerintah ini memberikan multi efek terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
“Program MBG lewat SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) memang dirancang sebagai alat pemberdayaan masyarakat secara masif, bukan sekadar proyek pembangunan fisik,” kata Sony Sanjaya dalam sambutannya dalam acara “1 Tahun Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat”, Kamis 16 April 2026.
Menurut Sony, dari total sekitar 26.663 SPPG telah melibatkan sebanyak 116.465 suplier lokal dan berhasil menyerap sekitar 1,8 juta tenaga kerja atau relawan. Artinya, program ini memang telah menjadi mesin ekonomi berbasis masyarakat.
Sony juga membeberkan alasan program MBG ini tidak menggunakan skema PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa) konvensional karena banyak pertimbangan seperti proses tender dan seleksi yang butuh waktu lama sehingga dipilih pendekatan langsung ke masyarakat.
Menurut Sony, pencapaian positif dari Program MBG ini juga dapat dilihat dari target yang dicanangkan dengan realisasinya di lapangan. Target awal di 2025 dengan melahirkan 5.000 SPPG dan menjangkau kurang lebih 15 juta terlampaui.
“Alhamdulillah, realisasinya berkembang jauh lebih besar sekitar 26 ribu unit SPPG dan penerima manfaat mencapai total sebanyak 62,35 juta jiwa,” kata Sony.
Dalam kesempatan itu, Sony juga membeberkan wujud nyata dari pemberdayaan masyarakat dari program MBG ini. Mulai dari pembangunan dapur SPPG baik dengan membuat bangunan baru atau merombak bangunan yang sudah ada yang kurang memberikan manfaat ekonomi.
“Ada bangunan yang bekas showroom mobil, hotel kecil, ruko hingga gedung olah raga. Ini artinya ada perubahan model usaha dari yang agak kurang lancer beralih ke MBG,” kata Sony.
Wujud nyata lainnya, lanjut Sony, saat ini program MBG ini total telah melibatkan banyak supplier. “Ada 116.465 supplier terdiri dari kooperasi 11.430, BUMDes 1.180, UMKM 48.000, supplier lain sebanyak 54.000,” pungkasnya.

