Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Health»Tak Selalu Nasi, Ini Sumber Karbohidrat yang Lebih Sehat untuk Keluarga

Tak Selalu Nasi, Ini Sumber Karbohidrat yang Lebih Sehat untuk Keluarga

Health Galuh Parantri16 April 2026 / 11:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sumber karbohidrat (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Sumber karbohidrat (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) -Selama ini, banyak orang merasa belum makan jika belum menyantap nasi. Bagi sebagian besar keluarga Indonesia, nasi memang sudah menjadi makanan pokok yang sulit tergantikan. Namun di tengah kenaikan harga beras, justru muncul kesempatan untuk mengenal sumber karbohidrat lain yang tak kalah, bahkan bisa lebih sehat.

Mengacu pada pedoman gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh yang dibutuhkan setiap hari. Menariknya, kebutuhan ini tidak harus selalu dipenuhi dari nasi, melainkan bisa berasal dari berbagai bahan pangan lain.

Karbohidrat sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Secara sederhana, karbohidrat kompleks cenderung dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Di sinilah peran bahan pangan alternatif menjadi penting. Ubi jalar, misalnya, dikenal kaya serat dan vitamin, serta memiliki rasa manis alami yang disukai anak-anak. Jagung juga mengandung karbohidrat sekaligus serat yang baik untuk pencernaan. Sementara itu, singkong menjadi salah satu sumber energi yang cukup tinggi dan mudah ditemukan dengan harga terjangkau.

Kentang pun bisa menjadi pilihan variasi yang tidak kalah menarik. Selain mengenyangkan, kentang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Dengan pengolahan yang tepat, bahan-bahan ini bisa menjadi menu harian yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan.

Mengganti nasi tidak harus dilakukan secara drastis. Anda bisa mulai dengan mencampur nasi dengan jagung atau singkong, atau menyajikan menu alternatif di waktu tertentu agar keluarga terbiasa. Kunci utamanya adalah variasi, agar kebutuhan nutrisi tetap seimbang dan keluarga tidak merasa bosan.

Jadi meskipun kondisi harga beras yang terus naik, langkah sederhana seperti mencoba variasi sumber karbohidrat bisa menjadi awal perubahan pola makan yang lebih sehat bagi keluarga. Bukan hanya soal berhemat, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan orang-orang tercinta.

Baca Juga  Bulog Bakal Libatkan Pemuda Karang Taruna Jadi Tim Jemput Gabah Petani
Beras karbohidrat ketahanan pangan ketahanan pangan Indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKapal Patroli TNI AL Mulai Gunakan Bahan Bakar B50, Hemat BBM
Next Article Satu Tahun Program MBG, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?

Berita Lainnya

Program Desa Energi Berdikari Pertamina Jangkau 262 Desa, Dorong Ekonomi dan Ketahanan Energi

02 Juli 2026 / 12:15 WIB

Resep MPASI untuk Bayi 6 Bulan ke Atas, Lengkap dengan Panduan Pemberian yang Tepat

24 Juni 2026 / 09:22 WIB

Jengkol dan Petai Mana yang Lebih Sehat? Kenali Perbedaan hingga Penyebab Bau Khasnya

23 Juni 2026 / 09:46 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dengan Bahan Sederhana, Mudah Dipraktikkan di Rumah

20 Juni 2026 / 09:22 WIB

PGN, BRIN, dan Pemkab Batang Kembangkan Minapadi Salin untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Lahan Pesisir

19 Juni 2026 / 20:45 WIB

Broken Home: Luka Keluarga yang Tak Selalu Terlihat, Tapi Berdampak Panjang

19 Juni 2026 / 09:14 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Video: Ekonomi Tetap Ditargetkan Tumbuh 8%, Menkeu Purbaya: Pemerintah dalam “Survival Mode”

Kristo Suryokusumo22 April 2026 / 19:00 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.