Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB
  • Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie
  • Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”
  • Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?
  • Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat
  • Mampukah Messi Menaklukkan Negeri yang Membesarkan Namanya?
  • Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan
  • Layanan Shared Services Pertamina Raih Tiga Penghargaan Global di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Daerah»Suara Ibu: Evaluasi Boleh, Tapi Anak Jangan Kehilangan Hak Gizi

Suara Ibu: Evaluasi Boleh, Tapi Anak Jangan Kehilangan Hak Gizi

Daerah Galuh Parantri03 Juni 2026 / 13:30 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) (Foto: Tutur/Antara/Irfan Sumanjaya/)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Wonogiri (tutur.co.id)- Penggeledahan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) belakangan memunculkan beragam respons publik. Di tengah polemik yang berkembang, banyak ibu justru memandang persoalan ini dari sisi yang lebih dekat dengan keseharian mereka: bagaimana nasib program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah?

Di sejumlah daerah, termasuk wilayah Mangrih, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut telah berhenti beroperasi selama sekitar tiga minggu terakhir. Kondisi tersebut mulai dirasakan sebagian orang tua, terutama keluarga yang selama ini merasa terbantu dengan adanya program MBG.

Seorang wali murid di wilayah Mangrih mengaku penghentian layanan membuat sebagian orang tua kembali memikirkan biaya makan dan bekal anak setiap hari. Menurutnya, program MBG cukup membantu keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

“Kalau buat keluarga seperti kami, program ini sebenarnya membantu sekali. Apalagi harga kebutuhan sekarang mahal. Waktu masih berjalan, setidaknya anak sudah makan di sekolah dan itu mengurangi pengeluaran harian,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah orang tua juga menilai pelaksanaan MBG sebelumnya masih memiliki banyak kekurangan dan perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak.
Leni (40), warga Mangrih, menilai kualitas menu dan pengelolaan program perlu diperbaiki jika nantinya kembali berjalan.

“Kadang menunya kurang cocok buat anak-anak. Ada juga yang menurut kami penyajiannya masih seadanya, jadi memang perlu dievaluasi lagi pengelolaannya,” kata Leni.

Meski memiliki pandangan berbeda soal pelaksanaan program, para orang tua pada dasarnya memiliki harapan yang sama: jika nantinya kembali berjalan, program MBG dapat hadir dengan pengelolaan yang lebih baik dan benar-benar memberi manfaat bagi anak.

“Kalau memang nanti dibuka lagi, semoga kualitas makanannya lebih baik dan anak-anak juga lebih suka. Karena sebenarnya program seperti ini bisa sangat membantu orang tua,” lanjutnya.

Baca Juga  Mensesneg Ungkap Dua Alasan Penunjukan Nanik Deyang Sebagai Kepala BGN

Bagi sebagian ibu, evaluasi terhadap program dianggap penting agar kualitas makanan, distribusi, hingga pengawasan bisa lebih optimal. Namun di saat yang sama, mereka juga berharap polemik yang terjadi tidak membuat anak-anak kehilangan akses terhadap makanan bergizi di sekolah, khususnya sekolah di daerah.

Program MBG sendiri selama ini dipandang membantu keluarga, terutama di tengah naiknya harga bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga. Kehadiran makan siang di sekolah dinilai sedikit meringankan beban orang tua sekaligus membantu memastikan anak mendapatkan asupan gizi saat belajar.

Karena itu, banyak ibu berharap evaluasi yang dilakukan nantinya tidak sekadar berhenti pada polemik, tetapi benar-benar menghasilkan perbaikan layanan yang lebih layak, lebih tepat sasaran, dan lebih bermanfaat bagi anak-anak.

BGN gizi anak Makan Bergizi Gratis Program MBG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSurplus Perdagangan Tinggal US$89 Juta, Investor Mulai Cermati Risiko Defisit Transaksi Berjalan
Next Article Pesan Menohok Karangan Bunga Berjejer di Halaman Kantor BGN

Berita Lainnya

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Pasca Bencana Hidrometeorologi, Pemerintah Aceh Kerja Keras Pulihkan Akses Jalan

18 Juli 2026 / 18:39 WIB

Nanik S Deyang Tak Muncul, BGN Pamer Opini ‘Pujian’ dari BPK

17 Juli 2026 / 16:14 WIB

Presiden Beri Waktu Satu Bulan untuk BGN Benahi Tata Kelola MBG

16 Juli 2026 / 22:51 WIB

Presiden Paksa Semua Kementerian Dukung BGN Sukseskan MBG

16 Juli 2026 / 22:48 WIB

BGN Evaluasi Pelaksanaan Program MBG, Kaji Pelibatan Kantin Sekolah

16 Juli 2026 / 22:00 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Portugal Kalahkan Kroasia: Laga Paling Dramatis Sepanjang Piala Dunia 2026

Deba Salamah03 Juli 2026 / 10:15 WIB

Iran Sebut AS Telah Menginjak-injak Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB

18 Juli 2026 / 19:50 WIB

Anak Hotman Luapkan Kekecewaan, Sindir Ayahnya Jadi Pengacara Febrie

18 Juli 2026 / 19:37 WIB

Tutur PoV: Jangan Biarkan Penegakan Hukum Berubah Menjadi “Jeruk Makan Jeruk”

18 Juli 2026 / 19:30 WIB

Bocoran Mobil Baru yang Bakal Meluncur di GIIAS 2026, Siapa Bakal Jadi Primadona?

18 Juli 2026 / 19:25 WIB

Tragedi KM Nurul Salsa di Selayar: 25 Penumpang Masih Hilang, Armada Pencarian Diperkuat

18 Juli 2026 / 19:04 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.