Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
  • Bukan Punya Febrie, Emas 74 Kg dan Uang Rp476 M Milik Yayasan Dakwah
  • BPH Migas: Antrean BBM di SPBU Medan Berangsur Normal
  • Laporan Gratifikasi Ditolak, KPK Akan Panggil Menhut Raja Juli
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Rupiah Masih Rentan, Analis Nilai Gencatan Senjata AS–Iran Belum Ubah Arah

Rupiah Masih Rentan, Analis Nilai Gencatan Senjata AS–Iran Belum Ubah Arah

Finance Gusti Tetiro09 April 2026 / 07:10 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/am.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) — Prospek nilai tukar rupiah ke depan dinilai masih dibayangi ketidakpastian, meski sentimen positif sempat muncul dari kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai dampak kesepakatan tersebut lebih bersifat menahan tekanan dibanding mendorong penguatan signifikan.

“Kesepakatan ini masih jauh dari penyelesaian. Ujian sesungguhnya tetap pada apakah lalu lintas kapal di Selat Hormuz benar-benar kembali normal,” ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu (8/4/2026).

Menurut Josua, jika gencatan senjata hanya bersifat sementara, harga minyak berpotensi bertahan di kisaran US$100 per barel sebagai “normal baru”, alih-alih kembali ke level sebelum konflik.

“Saya melihat kabar ini memberi bantalan positif bagi rupiah, tetapi lebih sebagai penahan tekanan daripada pendorong penguatan besar,” katanya.

Ia mencatat, pasca pengumuman gencatan senjata, harga minyak Brent turun sekitar 16% ke US$91,70 per barel dan WTI melemah 14%. Selain itu, indeks dolar AS juga terkoreksi, sementara imbal hasil obligasi AS menurun dan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve kembali meningkat.

Kombinasi tersebut membantu meredakan tekanan terhadap rupiah, terutama dari sisi impor energi dan arus modal. Namun, menurut Josua, sentimen ini belum cukup kuat untuk membalik arah pergerakan rupiah secara tegas.

“Sentimen ini cukup berarti untuk mencegah pelemahan yang lebih dalam dalam jangka sangat pendek,” ujarnya.

 

Tekanan Eksternal Masih Membayangi

Dari sisi domestik, tekanan juga masih terasa. Bank Indonesia mencatat arus keluar modal asing (outflow) sebesar US$1,1 miliar pada Maret 2026, seiring meningkatnya ketegangan global.

Dalam skenario ke depan, Josua menilai ruang kebijakan moneter semakin terbatas. Jika harga minyak bertahan tinggi dan rupiah melemah, arah kebijakan bahkan bisa bergeser lebih ketat.

Baca Juga  Rupiah Diproyeksi Fluktuatif, Sentimen AS-Iran Tekan Pergerakan

“Dalam kondisi ketegangan geopolitik berkepanjangan, skenario paling realistis bukan penguatan tajam, tetapi rupiah bertahan lemah di kisaran Rp16.900–Rp17.100 per dolar AS,” jelasnya.

Meski demikian, peluang penguatan tipis masih terbuka jika normalisasi distribusi energi global benar-benar terjadi dan tekanan eksternal mereda.

 

Rupiah Diproyeksi Fluktuatif

Sejalan dengan itu, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan rupiah masih fluktuatif dalam jangka pendek.

“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.010–Rp17.040,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku pasar masih mencermati perkembangan di Selat Hormuz serta rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi indikator arah kebijakan moneter global.

Di sisi lain, sentimen domestik relatif positif. Realisasi pendapatan negara hingga Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan, yang turut menopang kepercayaan pasar.

Fed dan dolar AS harga minyak global nilai tukar rupiah rupiah hari ini
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIHSG Berpeluang Uji 7.350, Sentimen Gencatan Senjata Dorong Reli Pasar
Next Article Lokasi Layanan SIM Keliling 9 April 2026

Berita Lainnya

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

S&P: Danantara Berpotensi Perkuat Daya Saing BUMN dan Dongkrak Penerimaan Negara

16 Juli 2026 / 17:42 WIB

DPR: Lembaga Keuangan di PFII Tak Diawasi OJK, Pengawasan Beralih ke Dewan Pertimbangan

16 Juli 2026 / 10:07 WIB

LPS: Penjaminan Simpanan Tak Perlu Diterapkan di Pusat Keuangan Internasional Indonesia

09 Juli 2026 / 10:30 WIB

OJK Minta Bank Blokir 36.191 Rekening Terindikasi Judi Online, Pengawasan Diperketat

08 Juli 2026 / 10:28 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KRL Tertahan di Jatinegara Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Deba Salamah28 April 2026 / 00:15 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?

18 Juli 2026 / 13:30 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.