Jakarta (tutur.co.id) – Ramainya pemberitaan soal tindakan aparat yang melakukan pembubaran terhadap kegiatan nonton bareng Pesta Babi di berbagai wilayah Indonesia, kini film itu bisa ditonton di kanal Youtube.
Film dokumenter berdurasi sekitar 90 menit itu berhasil menyedot perhatian publik yang penasaran akan isi ceritanya, terlebih ketika timbulnya perdebatan dan menyebutnya berbahaya.
Berdasarkan pantauan tutur.co.id Senin 18 Mei 2026, film besutan Cypri Paju Dale bekerja sama dengan Dandhy Dwi Laksono sudah bisa disaksikan publik melalui beberapa channel Yotube seperti Dakwah Digital Indonesia, ARBAi, dan BaZ.
Bagi kalian yang tertarik untuk menonton film berisi rekaman konflik pembangunan di tanah Cenderawasih, disarankan untuk segera mungkin. Sebab berdasarkan pengamatan, terdapat akun Youtube yang tiba-tiba menghilang setelah menayangkan film tersebut.
Secara singkat, film ini bercerita melalui kesaksian beberapa tokoh asli Papua secara visual mengabadikan realita masyarakat Papua mengalami konflik dengan beberapa perusahaan mengatasnamakan sebagai program strategis nasional (PSN), dan hilangnya tanah-tanah adat yang selama ini mereka jaga.
Kemudian muncul “Gerakan Salib Merah” sebagai bentuk perlawanan, ditancapkannya pada lahan-lahan yang disinyalir akan dilakukan pembabatan untuk ditanami tebu, padi, dan kelapa sawit.
Tanaman itu rencananya sebagai upaya untuk mewujudkan indonesia memiliki lumbung pangan dari adanya tanaman jenis padi, bioetanol dari tebu, dan kelapa sawit untuk biodisel.
Hingga kini, film dokumenter itu masih menjadi polemik dan perdebatan di antara kalangan masyarakat, pejabat, hingga aparat keamanan.

