Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewo melontarkan tanggapannya kepada ekonom yang kerap melontarkan kritik terkait kondisi ekonomi Indonesia.
Menkeu menilai adanya ekonom yang memiliki pandangan ekonomi dengan kacamata yang sempit, padahal dalam melihat kondisi ekonomi sebuah negara terdapat hal-hal lain yang lebih kompleks.
Ia mengibaratkan adanya ekonom hanya melihat masalah ekonomi yang tercermin dari lingkungan terdekatnya saja.
“Jadi kalau ekonomi ini, banyak ekonom menganggap resesi adalah kalau tetangganya enggak dapat kerjaan. Dia anggap krisis kalau dia enggak dapat kerjaan. Mereka udah susah dapat kerjaan tuh, udah ngomong-ngomong krisis,” kata Purbaya di hadapan awak media, Senin 11 Mei 2026.
Padahal masih banyak faktor dan masalah lain yang dapat mencerminkan sebuah kondisi ekonomi lantaran banyaknya permasalahan yang begitu kompleks.
Lebih lanjut ia mengatakan, para ekonom seharusnya melihat atau bahkan membandingkan perhitungannya dengan angka Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Secara tak langsung Menkeu membantah penilaian krisis yang kini tengah terjadi di Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia justru kini tengah dalam momentum pertumbuhan yang cepat, seiring dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang meningkat cepat 5,52%.
“Tertinggi sepanjang yang saya lihat, yang saya ingat. Artinya daya beli masyarakat juga membaik. Kenapa? Karena berbagai kebijakan pemerintah dan juga ada hari raya segala macem kan,” ucap Menkeu.

