Teheran (tutur.co.id) – Presiden Masoud Pezeshkian selaku kepala pemerintahan telah bertemu dan berdiskusi dengan Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Mojtaba Khamenei. Dalam pertemuan selama 2,5 jam itu, pertemuan keduanya dikabarkan berjalan akrab sekaligus sebagai pesan jika Mojtaba Khamenei masih memegang kendali penuh di Iran.
Sejak terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin ketiga Republik Islam Iran, ia memang belum pernah tampil di depan publik. Tidak ada foto baru dirinya yang dirilis bahkan ia belum mengeluarkan pesan audio atau video langsung. Para pejabat pemerintah berulang kali menyebutkan pertimbangan keamanan sebagai alasan ia tak pernah muncul di depan media.
Dalam konteks pertemuan tersebut, laporan Pezeshkian ini tampak jelas berfungsi sebagai deskripsi resmi pertama oleh pejabat tinggi Iran tentang masih eksisnya Mojtaba. Bahkan Pezeshkian menekankan selama pertemuan, ia menggambarkan Mojtaba sebagai sosok yang rendah hati laiaknya para pendahulu.
“Dialog berjalan penuh terus terang, tenang, dan disertai dengan rasa kedekatan dan kepercayaan,” kata Pezeshkian saat diminta menggambarkan suasana pertemuan tersebut, seperti dilansir Iran Wire, Kamis 7 Mei 2026.
Pezeshkian juga berupaya memproyeksikan citra manajerial dan etis tertentu dari Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, dengan menyatakan bahwa sisi kesederhanaan, kerendahan hati, dan semangat akar rumput begitu melekat pada putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu.

